Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Terperdaya Bujuk Rayu, Santriwati Dicabuli Pria Beristri 3 Kali, Sekali Dekat Kuburan

Terperdaya Bujuk Rayu, Santriwati Dicabuli Pria Beristri 3 Kali, Sekali Dekat Kuburan
Ilustrasi
Kamis, 04 Agustus 2016 19:28 WIB
MALANG - Gus Rahmat, putra pemilik pondok pesantren di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dilaporkan kepolisi dengan tuduhan telah menyetubuhi BN (17), salah seorang santriwati yang menuntut ilmu di pondok pesantren milik orangtua Gus Rahmat.

Korban dirayu dengan berbagai janji hingga akhirnya bersedia diajak berhubungan badan. Gadis belia itu pun mengaku sudah tiga kali dipaksa berhubungan badan.

Kepada penyidik kepolisian, gadis itu mengaku lupa waktu dan lokasi kejadian. Dia hanya ingat, salah satunya dilakukan dalam mobil dekat kuburan.

"Korban mengaku dicabuli hingga disetubuhi sebanyak tiga kali. Korban lupa tempatnya, yang diingat dilakukan di mobil dan dekat lokasi makam. Tapi lupa waktunya," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Iptu Sutiyo, Rabu (3/8) malam.

Ads
Gus Rahmat telah memiliki istri dan tiga orang anak. Lewat kharisma orangtuanya, membuat korban yang kerap ditemui pelaku di komplek pondok pesantren menjadi terperdaya. Bujuk rayunya membuat santriwati itu menuruti perintahnya.

"Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal 81 juncto pasal 76d-76e Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman antara 5 hingga 15 tahun penjara," tandasnya.

Berbagai dalih yang disampaikan Rahmat tidak dapat dibenarkan, karena korban masih berstatus anak-anak. Alasan tersebut juga biasa dilakukan oleh para pelaku pencabulan dan pemerkosaan lain.

Pelaku mengatakan, hubungan badan dilakukan atas dasar perasaan saling suka. Selain itu, juga mengaku sudah lama pacaran dan menikah secara siri sebelumnya.

Laporan keluarga korban menjadi dasar Polres Malang untuk mengambil tindakan. Orang tua korban tidak terima, dan melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang. ***
Editor : sanbas
Sumber : merdeka.com
Kategori : SerbaSerbi
www www