Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Panglima TNI Minta Maaf kepada Warga dan Jurnalis yang Jadi Korban Kekerasan TNI AU di Medan

Panglima TNI Minta Maaf kepada Warga dan Jurnalis yang Jadi Korban Kekerasan TNI AU di Medan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (detik.com)
Kamis, 18 Agustus 2016 19:36 WIB
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf kepada warga dan para jurnalis yang jadi korban kekerasan aparat TNI AU di Medan, Sumut. Gatot menegaskan, aparat TNI AU yang melakukan kekerasan tersebut akan dihukum.

"Tentang kejadian di Medan saya sebagai panglima TNI saya mohon maaf atas perbuatan yang kurang menyenangkan dari prajurit saya, saya sudah membentuk tim investigasi," jelas Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Menurut Gatot nantinya tim investigasi yang akan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi. Saat ini tim investigasi sedang bekerja.

"Jadi bagi TNI tidak ada pelanggaran yang tidak dihukum. Pasti ada dihukumnya, tapi setiap hukuman harus berlandaskan hasil penyelidikan dan penyidikan," terang dia.

Ads
Gatot juga menjelaskan, insiden pada Selasa, 16 Agustus lalu itu terkait lahan milik negara dalam hal ini TNI AU yang dikuasai warga.

"Jadi begini, IKN, ini adalah milik negara, jadi departemen keuangan, TNI lah yang mengelola itu. Nah TNI akan membangun rumah untuk prajurit, nah pada saat itu dicegah, nah prajurit merasa memiliki, masyarakat juga merasa memiliki, emosi sama-sama, inilah yang kita cek," urai dia.

"Secara hukum kan sudah punya kita, makanya dalam hal seperti ini adalah masing-masing punya persepsi. Jadi masyarakat silahkan mengajukan dengan proses hukum jadi nanti biar hukum yang nentukan. Kalau kami hanya sekedar menjaga saja, dan tempat itu akan dipakai sebagai tempat perumahan. Tapi apapun yang dilakukan dengan cara seperti itu pasti ada yang salah dan itu harus dihukum," tutup dia.***
Editor : sanbas
Sumber : detik.com
Kategori : SerbaSerbi
www www