Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Gadis 16 Tahun Diculik, Dipukul Beramai-ramai, Dicekik dan Dibakar

Gadis 16 Tahun Diculik, Dipukul Beramai-ramai, Dicekik dan Dibakar
ilustrasi. (int)
Sabtu, 07 Mei 2016 08:36 WIB
ISLAMABAD - Ambreen Riasat, seorang gadis berusia 16 tahun, di Pakistan, tewas dibakar setelah dihakimi massa. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi hangus dan terikat di kursi belakang mobil van merek Suzuki di Desa Galyat Makool, Abbottabad, Hazara, Khyber Pakhtunkwa, di timur laut Pakistan.

Awalnya, warga menuduh remaja itu mengalami masalah mental dan mencoba bunuh diri. Namun, penyelidikan polisi menemukan bahwa siswa sekolah menengah itu diculik dari rumahnya setelah diberi makan sesuatu yang menyebabkan dia pingsan. Setelah itu ia dicekik hingga tewas sebelum dibakar atas perintah ketua komite desa atau Jirga.

Perbuatan sadis itu sebagai hukuman untuk Ambreen Riasat yang membantu teman sekolahnya kawin lari dengan menggunakan van yang juga ikut dibakar bersama tubuh gadis malang itu.

Tak lama kemudian, polisiĀ  menahan 14 orang termasuk ketua komite desa serta ibu dari remaja malang itu karena mendukung keputusan Jirga.

Ads
Wakil Kepala Polisi Abbottabad, Khurram Rasheed, mengatakan Muhammad yang mengaku melakukan kejahatan itu mengatakan dia ke rumah korban dan memanggil Ambreen Riasat keluar pada 28 April 2016 malam. Ia kemudian memberinya makan sesuatu menyebabkan korban tidak sadarkan diri.

"Korban kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam van sebelum dibakar sekitar jam 3 pagi. Jirga bukan saja melanggar undang -undang bahkan tidak manusiawi, " kata Rasheed seperti yang dilansir The Express Tribune pada 6 Mei 2016.

Para terdakwa akan dijerat dengan Undang-undang Anti-terorisme. Pengadilan Anti-terorisme Abbottabad telah memberikan waktu 14 hari kepada polisi untuk menginterogasi para tersangka di tempat penahanan.

Jasa Jirga sering digunakan di Pakistan untuk menyelesaikan perselisihan komunal di luar pengadilan, tapi fatwa mereka tidak memiliki legal standing di bawah undang-undang Pakistan. Tidak jarang keputusan mereka menyebabkan kematian bagi mereka yang dituduh melanggar kehormatan keluarga.

Tahun lalu saja, lebih dari 500 pria dan wanita tewas dalam kejahatan kehormatan, menurut Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan. ***
Editor : sanbas
Sumber : tempo.co
Kategori : SerbaSerbi
www www