Pilkada 2020

Belasan Paslon Ini Diapresiasi Kemendagri karena Gunakan Alat Penunjang Penanganan Covid-19 dalam Kampanye

Belasan Paslon Ini Diapresiasi Kemendagri karena Gunakan Alat Penunjang Penanganan Covid-19 dalam Kampanye
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan. (Foto: Dok. Puspen Kemendagri)
Senin, 12 Oktober 2020 18:38 WIB
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi sejumlah pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada 2020 yang berkampanye dengan tema besar ‘perlawanan terhadap Covid-19’ dan menggunakan alat penunjang protokol kesehatan sebagai bahan kampanye mereka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan di Jakarta, Senin (12/10/2020).

"Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Paslon yang melakukan sosialisasi pendisiplinan masyarakat dan penanganan penularan Covid-19 dengan menggunakan alat penunjang protokol kesehatan sebagai bahan kampanye, seperti bagi-bagi masker, hand sanitizer, sabun dan sebagainya," kata Benni.

Tema utama kampanye yang berfokus pada perlawanan terhadap pandemi Covid-19, menurut Benni, dapat menjadi tolak ukur kepedulian dan kemampuan pasangan calon (Paslon) dalam melindungi masyarakatnya di tengah pandemi.

Data sementara Kemendagri menyebut, sedikitnya ada 14 Paslon yang sudah menggunakan alat penunjang penanganan Covid-19 sebagai Bahan Kampanye di antaranya: Paslon Cagub dan Cawagub Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Olly Dondokambey-Steven Kandouw dan Christiany E. Paruntu-Sehan Salim Landjar; Paslon Cagub dan Cawagub Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Rusdy Mastura-Ma’mun Amir; paslon Cagub dan Cawagub Provinsi Kalimantan Tengah Sugianto Sabran – Edy Pratowo; Paslon Cagub dan Cawagub Provinsi Kepulauan Riau Soerya Respationon - Imam Sutiawan; Paslon Wali Kota dan Wakil Wali kota Depok Afifah Alia dan Pradi Supriatna; Paslon Walikota dan Wakil Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa; Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bangli Nyoman Sedana Arta - I Wayan Diar; Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan - Abdul Rauf Malaganni Kr Kio; Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi - Hevearita Gunaryati Rahayu; Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sragen Yuni – Suroto; Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Chamdi Mayang - Tomy Ishak; Paslon Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw - Richard Sualang; Paslon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara Joune Ganda-Kevin William Lotulong; Paslon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara Sompie Singal - Joppi Lengkong.

"Ini adalah momentum bagi Paslon untuk menunjukkan dirinya sebagai calon pemimpin berkualitas dan memiliki tanggung jawab dalam pengananan pandemi Covid-19 dan sekarang tahapan kampanye sudah berjalan 17 hari masih panjang tahapan kampanye untuk dimanfaatkan bagi para paslon untuk sampaikan program strategisnya serta melakukan sosialisasi pendisiplinan masyarakat dan penanganan penularan Covid-19 dan bagikan alat penunjang penanganan Covid-19 sebagai bahan kampanye," kata Benni seraya mendorong Paslon lain dapat mencontoh kampanye model demikian.

Benni terus mengingatkan bahwa PKPU Nomor 13 Tahun 2020 yang mengatur protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Pilkada, termasuk pada saat kampanye dengan mengutamakan kampanye melalui media sosial dan media dalam jaringan.

"Tatap muka boleh tetapi syaratnya ketat, antara lain (peserta kampanye) dibatasi maksimal 50 orang, kemudian menerapkan protokol kesehatan, sebagaimana yang tertuang pada Pasal 58 PKPU Nomor 13 Tahun 2020 menyebutkan, bahwa pelaksanaan kampanye yang dilaksanakan secara tatap muka harus mematuhi protokol kesehatan dengan wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu; menyediakan sarana sanitasi yang memadai pada tempat dilaksanakannya kegiatan paling kurang berupa fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, dan/atau cairan antiseptik berbasis alkohol (handsanitizer)," pungkas Benni.***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Gonews Group, Politik, Pemerintahan
www www