Kunci Pencegahan Covid-19, Keluarga Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Kunci Pencegahan Covid-19, Keluarga Harus Patuhi Protokol Kesehatan
Kepala BKBN Hasto Wardoyo. (liputan6.com)
Sabtu, 10 Oktober 2020 13:12 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, keluarga merupakan kunci atau ujung tombak dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Karena itu, sambung Hasto, protokol kesehatan dalam keluarga harus selalu dipatuhi.

Dikutip dari sindonews.com, dituturkan Hasto, satu saja anggota keluarga terinfeksi virus SARS-Cov-2, maka ia berpotensi menularkan kepada anggota keluarga yang lain maupun tetangga sekitar.

''Keluarga menjadi kunci dalam penanganan Covid-19,'' katanya dalam acara talkshow di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat, dengan tema ''Jaga Keluarga dengan 3 M''.

Hasto mengingatkan keluarga menjadi klaster terakhir setelah semua kerumunan terlewati. Menurutnya, klaster keluarga sangat efektif dalam melakukan treatment pencegahan penularan virus. Sebab ketika keluarga dikuatkan, maka anak-anak dapat menerapkan protokol kesehatan.

Sementara Kepala Subbidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dr Ir Dwi Listyawardani, MSC DipCom, mengatakan, masing-masing anggota keluarga harus mengambil peran dan menjaga diri dalam memerangi Covid-19. Terutama bagi warga perkotaan yang sebagian besar tinggal di lingkungan padat penduduk dengan luas rumah terbatas.

''Ini yang perlu kita waspadai. Itu sebabnya kenapa kota lebih tinggi kasus positifnya karena rumahnya kecil dan jarak antara satu dan lainnya sulit dihindarkan,'' papar Dwi Listyawardani.

Jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, ia pun harus melakukan karantina mandiri agar tidak menulari orang lain.

Hal ini sudah dialami oleh penyintas Covid-19 Made Rossalita Mirah Utami. Ia mengaku Covid-19 ini membuat dirinya terpaksa berpisah sementara dengan anaknya yang berusia 1,5 tahun saat melakoni isolasi mandiri. Pekerja swasta ini langsung mengungsikan anaknya ke kediaman orang tuanya agar tidak terpapar korona.

''Begitu reaktif hasil tesnya pertama kali, saya memisahkan diri dengan anak. Saya isolasi mandiri meski hasilnya belum keluar,'' ungkap akuntan yang bekerja di anak usaha perusahaan BUMN ini.

Kemudian wanita yang akrab disapa Lita ini, meminta sang suami untuk langsung menginformasikan ke pengurus RT dan RW setempat mengenai status dirinya sebagai orang tanpa gejala (OTG). Informasi tersebut oleh pengurus warga selanjutnya diteruskan ke puskesmas.

Menurut Lita, para pasien Covid-19 ini berharap dukungan keluarga dekat dan lingkungan tempat tinggal untuk memompa semangat. Ia menilai saat ini para penyintas Covid-19 masih mendapat stigma negatif dari masyarakat. Inilah yang harus diluruskan.

''Ini bukan aib. Tidak ada yang mau kena coronavirus (Covid-19). Tolong bagi orang yang belum terbuka, (bahwa) pasien positif Covid-19 itu masih bisa sembuh,'' pungkas perempuan asal Bali ini.***

Editor : hasan b
Sumber : sindonews.com
Kategori : Uncategories
www www