SEMARANG - PSIS Semarang mendapatkan lawan tangguh yakni Bali United FC di lanjutan Extraordinary Competition Liga 1 2020, di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat (2/10/2020) mendatang. Kiper PSIS, Joko Ribowo optimistis timnya bisa memenangkan pertandingan dengan cara bekerja keras secara extra selama 90 menit pertandingan. Sebelum melawan Bali United di pekan keempat, PSIS sebenarnya dijadwalkan untuk menghadapi tuan rumah Barito Putera, pada hari dan tanggal yang sama. Namun setelah ada perubahan jadwal secara resmi yang diumumkan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) kepada klub-klub peserta lewat surat bernomor 379/LIB-KOM/IX/2020, Wallace Costa dan kolega menghadapi lawan yang lebih baik secara posisi di klasemen sementara.

Perlu diketahui, Bali United saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan tujuh poin dari tiga pertandingan. Klub berjuluk Serdadu Tridatu ini belum terkalahkan karena berhasil meraih dua kemenangan dan sekali imbang pada Maret 2020 silam.

Sementara itu, Barito Putera di tiga laganya pada musim ini baru mampu meraih satu poin dari tiga partai yang dijalani. Laskar Antasari menelan dua kali kekalahan dan baru sekali imbang tanpa pernah menang. Sehingga mereka ada di peringkat ke-17 klasemen sementara.

''Berganti lawan di pekan keempat dari Barito Putera menjadi Bali United bukan sebuah kerugian. Bagi kami sama saja melawan siapa pun. Sebab yang terpenting kami harus kerja keras secara ekstra untuk meraih kemenangan, terutama di pekan keempat lanjutan liga musim ini,'' kata Joko Ribowo.

Mantan kiper Arema FC dan Madura United ini ingin posisi PSIS di klasemen minimal bisa bertahan. Sebab klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini menempati posisi kelima dengan torehan enam poin. Di Maret lalu, skuad asuhan Dragan Djukanovic mampu meraih dua kemenangan dan baru sekali menelan kekalahan.

''Kami harus kerja keras sebab baru sebulan lebih kami berkumpul dalam latihan jelang lanjutan liga. Bahkan lima bulan rehat kompetisi musim ini karena pandemi, lebih panjang ketimbang libur akhir musim kompetisi yang hanya satu hingga dua bulan saja,'' ungkap Joko Ribowo.

Kiper kelahiran Demak ini juga melihat masalah kondisi fisik masih menjadi problem yang dia rasakan di tim. Satu setengah bulan persiapan yang dilakukan sejauh ini dirasakan Joko Ribowo masih kurang.

''Di awal musim biasanya kami menjalani persiapan latihan selama kurang lebih tiga bulan dan beberapa agenda uji coba. Untuk itu kerja keras secara extra diperlukan agar bisa memenangkan pertandingan di lanjutan liga musim ini,'' tutup Joko Ribowo.  ***