Home >  Berita >  Peristiwa

Bawa Sabu, Lurah Aek Loba Pekan Gol ke Penjara Polres Asahan

Bawa Sabu, Lurah Aek Loba Pekan Gol ke Penjara Polres Asahan
Rasyid Ali Zendrato/Lurah Aek Loba Pekan (Baju merah) saat diperiksa di Sat Res Narkoba Polres Asahan
Senin, 22 Juni 2020 14:28 WIB
Penulis: Bayu Sahputra
ASAHAN-Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki jabatan sebagai Lurah Aek Loba Pekan, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan bernama Rasyid Ali Zendrato kini nginap di sel tahanan Sat Narkoba Polres Asahan.

Rasyid digerebek oleh personil Polsek Pulau Raja karena diduga bawa narkotika jenis sabu, Sabtu (20/6/2020).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto melalui Kasat Narkoba Polres Asahan AKP. Nasri Ginting saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Sat Tes Narkoba Polres Asahan, Senin (22/6/2020).

"Iya benar, kami ada menahan oknum ASN yang menjabat sebagai Lurah bernama Rasyid Ali Zendrato di Aek Loba Pekan. Beliau ditangkap personil Polsek Pulau Raja karena membawa narkoba jenis Sabu sebanyak 0,19 bruto," bebernya.

AKP. Nasri menjelaskan bahwa sebelumnya pihak Polsek Pulau Raja mendapatkan sebuah informasi dari masyarakat yang layak dipercaya bahwa ada oknum ASN yang akan menggunakan sabu tersebut.

"Ketika itu personil Polsek Pulau Raja langsung mengintai dan menangkap lurah tersebut di salah satu kios kosong, tepatnya di Dusun I, Desa Orika, Kecamatan Pulau Rakyat," terangnya.
Ads

Dari hasil keterangan sementara Kasat Narkoba mengatakan bahwa Lurah tersebut sudah sering mengkonsumsi sabu. "Terakhir dua hari sebelumnya beliau juga sempat konsumsi narkoba jenis sabu," katanya lagi.

AKP. Nasri juga membeberkan bahwa berdasarkan dari hasil keterangan sementara, Lurah tersebut baru belanja sabu dari daerah Aek Kenopan, Labura.

"Baru pulang belanja sabu dia dari Aek Kanopan, rencananya dia mau konsumsi sabu ini dan langsung ditangkap," pungkasnya.

Dijelaskan Kasat Narkoba lagu bahwa atas kelakuan Lurah Aek Loba Pekan ini maka akan dijerat dengan pasal Pasal 114 dan 112 KUHPidana. "Kita mau gelar pekara dulu, masih belum pasti juga apakah tersangka akan kita jerat dengan pasal 112 dan 114 atau pasal 127," tutupnya.*
www www