Tim Peneliti Korsel Temukan Bukti Virus Corona Menyebar Cepat di Ruang Tertutup

Tim Peneliti Korsel Temukan Bukti Virus Corona Menyebar Cepat di Ruang Tertutup
Ilustrasi virus corona. (liputan6.com)
Selasa, 19 Mei 2020 09:13 WIB
SEOUL - Tim peneliti di Korea Selatan menemukan bukti bahwa virus corona menyebar cepat dalam ruang tertutup.Dikutip dari merdeka.com, hasil penelitian mereka, sebanyak 112 orang tertular virus corona terkait kelas senam di pusat kebugaran.

Kelas kebugaran tersebut dilaksanakan pada Februari lalu dan semuanya teridentifikasi pada 9 Maret. Tapi penelitian terbaru membawa pencerahan baru terkait betapa cepatnya virus corona menyebar dalam ruangan tertutup.

Hampir 30 instruktur ikut dalam latihan di pusat kebugaran di Cheonan, Korea Selatan. Mereka melatih selama 4 jam, dan kendati tak ada yang mengalami gejala pada saat itu, delapan instruktur dites positif Covid-19.

Ads
''Semuanya tanpa gejala saat latihan berlangsung,'' tulis tim peneliti Universitas Rumah Sakit Dankook dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, dilansir dari CNN, Senin (18/5).

''Kelas senam kebugaran dengan musik Latin populer di Korea Selatan karena intensitas aerobik yang meningkat.''

Tim mengacu khususnya pada senam Zumba, biasanya dengan musik upbeat.

''Sampai 9 Maret, kami mengidentifikasi 112 kasus Covid-19 yang berkaitan dengan kelas senam kebugaran di 12 fasilitas olahraga berbeda di Cheonan,'' tulis mereka.

Setengah dari kasus adalah hasil transmisi langsung dari instruktur kepada peserta, dan beberapa orang menginfeksi orang lain di luar pusat kebugaran.

''Para instruktur dan peserta bertemu hanya selama latihan, yang berlangsung selama 50 menit dua kali sepekan, dan tidak melakukan kontak di luar kelas. Rata-rata, peserta mengalami gejala 3,5 jam setelah ikut senam,'' tulis tim Dankook.

''Sebelum pusat kebugaran ditutup, 217 peserta berada di 12 pusat kebugaran, tingkat serangan (infeksi) 26,3 persen,'' imbuh tim ini.

Menurut Sukbin Jang dan rekan dari Dankook, ada beberapa faktor yang mempermudah penyebaran virus.

''Kondisi yang hangat dan lembab di dalam pusat kebugaran ditambah dengan turbulensi tekanan udara yang dihasilkan oleh latihan fisik yang intens, dapat menyebabkan transmisi percikan (droplet) yang lebih dekat,'' jelasnya.

Kelas senam yang dikaitkan dengan penularan ini memiliki lima hingga 22 peserta dan berlangsung di ruang kecil selama hampir satu jam. Tidak ada kasus di kelas yang pesertanya hanya kurang dari lima orang.

Namun, salah satu instruktur juga mengajar pilates dan yoga - namun menurut para peneliti, tidak ada peserta yoga atau pilates yang tertular virus.

''Kami berhipotesis bahwa intensitas pilates dan yoga yang lebih rendah tidak menyebabkan efek penularan yang sama dengan kelas-kelas senam kebugaran yang lebih intens,'' kata para peneliti.***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : Uncategories
www www