Home >  Berita >  Peristiwa
Ibundanya Hinca Panjaitan Meninggal Dunia

Hinca : Omak Saya Selalu Pesan Dengan Anak dan Orang Sekelilingnya Agar Tidak Gunakan Narkoba

Hinca : Omak Saya Selalu Pesan Dengan Anak dan Orang Sekelilingnya Agar Tidak Gunakan Narkoba
Hinca Panjaitan bersama keluarga dan kerabatnya saat menatapi peti yang berisikan jasad Nuriana (Ibunda Hinca)
Minggu, 16 Februari 2020 12:43 WIB
Penulis: Bayu Sahputra
ASAHAN-Ibundanya DR. Hinca IP Panjaitan XIII, SH, MH, ACCS Sekretaris Umum DPP Partai Demokrat yang bernama Nuriana Oren be Siagian telah meninggal dunia, Jumat (14/2/2020).

Nuriana tutup usia 83 tahun, lahir pada 7 Desember 1937. Kepergian Nuriana meninggalkan anak 8 orang anak, 5 diantaranya perempuan dan 3 diantaranya laki-laki, salah satunya adalah Tokoh Nasional DR. Hinca Panjaitan.

Ibundanya Anggota DPR RI Fraksi Demokrat itu meninggal di Rumah Sakit Colombia Medan pada pukul 11.00 wib dan dibawa ke rumah duka Jalan Budi Utomo, Mutiara, Kisaran, Kabupaten Asahan.

Meninggal nya Ibunda Hinca, tampak warga sekitar berbondong-bondong datang ke rumah duka untuk melayat dan membantu persiapan untuk pemakamannya yang akan dilaksanakan pada Senin (17/2/2020).

Saat diwawancarai, Sabtu (15/1/2020), Tokoh Nasional yang berasal dari Kabupaten Asahan itu menjelaskan, meninggal dunia ibundanya itu dikarenakan sudah tua, badan dan fisiknya sudah tidak kuat.

"Badan dan fisik omak saya sudah ndak kuat, karena sudah tua, tapi otak dan pikirannya sebelum beliau meninggal masih sangat kuat dan jernih," sebut Hinca.
Ads

Dari kisah hidup Nuriana, Hinca banyak menjelaskan bahwa banyak sekali kesan yang ditinggalkan oleh ibunya di dunia ini. Berbagai nasehat telah dilontarkan terhadap anak dan orang sekelilingnya.

"Kami tinggal disini bersama orang tua kami sejak kami masih kecil, di sini kami tinggal, di rumah kecil ini kami di didik oleh orang tua kami. Hingga kini kami mau bangun rumah ini menjadi sedikit besar tapi gak di kasih oleh ibu kami," jelas Hinca sambil menunjuk rumah orangtuanya.

Hinca juga menjelaskan kesan dan pesan dari sang ibunya bahwa ibunya selalu berpesan agar anak-anaknya tidak menggunakan narkoba, bukan hanya narkoba, anak-anaknya juga dilarang merokok.

"Minggu lalu saya ke sini, dan saat itu Ibu atau yang biasa saya panggil omak mengeluh kepada saya bahwa di depan rumahnya adalah perkebunan sawit, di situ sering terlihatnya anak-anak menggunakan narkoba. Kemudian omak meminta kepada saya agar Polisi bertindak, minimal ada foto Polisi di sini. Saya langsung temui Kapolres dan sekarang sama-sama kita lihat sudah ada foto Kapolda Sumut di sini dan ini adalah permintaan saya kepada Kapolres Asahan untuk Omak saya. Karena omak saya sangat peduli dengan itu," kata Hinca.

Hinca menerangkan bahwa foto Kapolda Sumut bertujuan untuk menakut-nakuti anak-anak pengguna narkoba.

"Foto itu tujuan nya agar Omak saya bisa menakut-nakuti anak-anak penggunaan narkoba, pastinya Omak saya akan bilang, hei anak-anak, jangan kalian narkoba, kalian lihat itu fotonya, nanti saya laporkan kalian sama Kapolda itu," terang Hinca sambil menunjuk Baleho Kapolda Sumut yang terpampang di seberang jalan kediaman orang tua Hinca.

Terkait tempat keberangkatan Nuriana, Hinca tetapkan di kediaman orang tuanya itu, sebab menurutnya rumah tersebut sangat bersejarah baginya dan keluarganya.

"Meninggal nya ayah saya juga diberangkatkan dari rumah ini, bahkan satu minggu sebelum ayah saya meninggal sempat meminta agar rumqh dan perkarangan harus dibersihkan. Banyak kesan dari rumah ini, kami tinggal dari kecil disini, kami tinggal di sini sejak tahun 1977, awalnya orang tua kami belum punya rumah sampai ada rumah," jelasnya lagi.

Hinca menceritakan dulu Nuriana berprofesi sebagai Guru Sekolah Dasar (SD) dengan status PNS dan hingga kini gaji pensiunan nya juga masih ada.

"Saya sering mau kasih uang sama omak, tapi omak tak mau Nerima nya dan omak saya bilang kalau dia masih punya uang dari gaji pensiunan nya," ungkapnya.

Terakhir Hinca mengatakan bahwa proses pemakaman Ibunda tercintanya itu akan dilaksanakan secara sederhana.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Polres Asahan, Pemkab Asahan dan masyarakat yang berkenan membantu saya dalam proses pemakaman omak saya, tapi saya mohon agar proses pemakaman omak saya nanti dilakukan dengan cara sederhana saja. Saya juga membuka peluang yang seluas-luasnya terhadap masyarakat untuk memanfaatkan waktu kepada omak saya yang di sini biasa dipanggil dengan sebutan opung oleh warga sekitar. Jangan ada yang sungkan," tuturnya.*
Editor : Sisie
Kategori : Peristiwa, Politik, Umum, Gonews Group, Asahan, Sumatera Utara
www www