Home >  Berita >  Peristiwa

Dinas PUPR Turunkan Tim untuk Melakukan Survei Lokasi Bencana Longsor

Dinas PUPR Turunkan Tim untuk Melakukan Survei Lokasi Bencana Longsor
Senin, 10 Februari 2020 21:14 WIB
Penulis: Halawa
NISEL-Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas PUPR menurunkan tim untuk melakukan survei lokasi bencana longsor di Desa, Tuho'owo Kecamatan Hilimegai, Senin, (10/2/2020) guna ditangani.

Pantauan wartawan di lokasi, tim yang turun, didampingi Sekcam Hilimegai, Stefanus Waruwu, Kades Tuho'owo, Toniyus Laia, sejumlah BPD dan aparat desa setempat.

Tim langsung melakukan pengambilan data kondisi badan jalan yang longsor sebagai dasar untuk rencana penanganannya.

Dari pengambilan data oleh tim, ada sekitar kurang lebih 80 meter kondisi badan jalan longsor tepatnya di Mbombohalu Desa tersebut.
Ads

Sekcam Himegai, kepada wartawan di lokasi mengungkapkan, peristiwa longsor itu terjadi pada bulan Desember 2019 lalu.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa namun alur anak sungai (Mbombohalu) bergeser sekitar kurang lebih 30 meter dari alur semula.

Sementara, Kades Tuho'owo, Toniyus berharap agar jalan tersebut dapat ditangani secepatnya.

Pasalnya, jalan dimaksud merupakan salah satu akses penghubung yang lebih dekat dari ibukota Kecamatan Hilimegai menuju ibukota Kecamatan Lolowau.

"Dengan telah turunnya tim dari Dinas PUPR, kami berharap agar jalan yang longsor ini dapat ditangani secepatnya mengingat jalan tersebut sebagai salah satu jalur penghubung yang paling dekat dari ibukota Kecamatan Hilimegai menuju ibukota Kecamatan Lolowau. Kalau kita mau ke ibukota Kecamatan Lolowau dari Kecamatan Hilimegai, lebih dekat jika melalui jalan ini yakni hanya sekitar 6 Kilometer jaraknya bila dibandingkan jika melalui jalan dari Desa Soledua yang menempuh jarak sekitar kurang lebih 16 kilometer," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa jalan dimaksud sebelumnya bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

Namun akibat peristiwa longsor tersebut, kondisi jalan itu kini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

"Baru dua Minggu ini bisa dilewati dan itupun mesti ekstra hati-hati melintasinya," imbuhnya.

Pihaknya juga dalam waktu akan menggelar musyawarah desa guna membahas terkait pembebasan lahan di lokasi yang akan ditangani nantinya sehingga pada saat pengerjaan tidak menimbulkan masalah.
www www