Gubernur Khofifah Tertarik Gunakan Program Inovasi Kalsium dan Karbon Sebagai Teaching Factory di Jatim

Gubernur Khofifah Tertarik Gunakan Program Inovasi Kalsium dan Karbon Sebagai Teaching Factory di Jatim
Kh. Dr. Muhammad Sontang Sihotang S.Si M.Si (pakai lobe) berbincang dengan Gubernur Jatim Hj. Khofifah Indarparawansa dan Wagubsu di sela Bussiness Matching Pemprov Jatim dan Pemprovsu di Medan.
Rabu, 05 Februari 2020 07:32 WIB
Penulis: Zul Marbun
MEDAN - Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Hj. Khofifah Indarparawansa saat menghadiri Temu Bisnis Pemprov Jatim dan Pemprovsu di Ballroom Grand Mercure Angkasa Hotel Medan, Selasa (4/2/2020) mengaku tertarik dengan program produk Kalsium Organik dan Karbon Aktif sebagai inovasi kreatif pemberdayaan ekonomi masyarakat kawasan pesisir yang digagas Dosen dan Peneliti Universitas Sumatera Utara (USU) Kh. Dr. Muhammad Sontang Sihotang S.Si M.Si bersama Dr. Dara Aisyah M.Si untuk digunakan sebagai Teaching Factory di Provinsi Jawa Timur.

Menanggapi ketertarikan Gubernur Jatim itu, Kh. Dr. Muhammad Sontang Sihotang S.Si M.Si yang juga Anggota Pusat Unggulan Inovasi Green Kitosan Advanced Materials Universitas Sumatera Utara (USU) yang diketuai Prof. Dr. Harry Agusnar M.Sc itu merasa tersanjung dan bersyukur sekaligus berharap agar program inovasi kawasan pesisir berbasis Kalsium Organik dan Karbon Aktif tersebut dapat disegerakan aplikasinya di Jawa Timur sebagai daerah pertama Indonesia yang memulai. "Alhamdulillah, semoga ibu Gubernur Jatim istiqomah untuk aplikasi inovasi yang baik ini dan kami siap melakukan transfer ilmu pengetahuan," ujar Muhammad Sontang Sihotang kepada GoSumut.com di kediamannya Jalan Sei Batugingging/Pasar Melintang 48-B Medan, Rabu (5/2/2020).

Teaching Factory yang dikemukakan Gubernur Jatim itu, kata Muhammad Sontang, adalah untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. "Artinya, Teaching Factory menjadi salah satu strategi yang digunakan kepada mahasiswa di perguruan tinggi agar dimungkinkan mahasiswa dapat belajar memproduksi barang dengan menghasilkan produk yang sesuai dengan disiplin ilmunya," ujar Muhammad Sontang yang pada Ahad keempat Februari 2020 ini menjadi narasumber Muzakarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut dengan topik "Kalsium Organik, Karbon Aktif dan Clay sebagai Material Makrifat Menaturalisasi Produk Pangan Menjadi Halalan Thoyyiban".
Ads
www www