Digoda Jokowi Maju Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Masih Terlalu Dini

Digoda Jokowi Maju Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Masih Terlalu Dini
Senin, 27 Januari 2020 16:17 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno digoda sebagai sosok calon presiden potensial di 2024. Sandiaga digoda saat Presiden Joko Widodo membuka pelantikan pengurus Hipmi beberapa waktu lalu.Sandiaga menanggapi biasa kode yang dilontarkan Presiden Jokowi. Dia enggan buru-buru bicara kontestasi Pilpres 2024.

"Masih terlalu awal," kata Sandiaga di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (26/1).

Sandiaga enggan buru-buru membahas Pilpres 2024 karena kontestasi Pemilu 2019 belum lama berakhir. Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah kembali bersatu setelah memanasnya suhu politik saat Pemilu 2019. Dalam pandangannya, pernyataan Presiden Jokowi sebetulnya untuk merangkul semua pihak.

Ads
"Apa yang disampaikan pak presiden itu merangkul ya, merangkul seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu," kata dia.

Sandiaga meminta agar tidak melulu terjebak dengan narasi politik pilpres 2024. Sebab, menurutnya ada potensi keterbelahan.

"Ini tugas kita empat tahun ke depan, Jangan terjebak lagi bicara politik 2024, terlalu dini, dan akhirnya ada potensi memecah belah kita," ujarnya.

"Kita fokus saja pada bekerja nyata, di manapun kita berada baik saya di luar sekarang, maupun siapapun yang di dalam Pemerintah ini diberikan kesempatan untuk bekerja nyata berkontribusi pada bangsa," tegasnya.

Pesan Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2019-2022 di Hotel Raffles Jakarta Selatan, Rabu (15/1). Di awal sambutannya, Jokowi menyapa Sandiaga Uno yang hadir sebagai mantan Ketua Hipmi.

"Yang saya hormati senior Hipmi, mantan Ketua Hipmi yang tidak bisa saya hafal satu persatu. Yang saya hormati Pak Sandiaga Uno. Yang hafal hanya satu, Bapak Sandiaga Uno," kata Jokowi saat mengawali sambutan.

"Hati-hati 2024," sambung Jokowi.

Ucapan Jokowi disambut tepuk tangan tamu undangan yang hadir. Jokowi meyakini pernyataan yang disampaikan Ketua Dewan Pembina, Hipmi Bahlil Lahadalia, bahwa kandidat penggantinya berasal dari kalangan Hipmi.

"Tadi kan disampaikan Ketua Dewan Pembina, kalau 2024 nanti kemungkinan yang hadir di sini adalah kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu," sambung Jokowi.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu enggan menyebutkan siapa sosok dari Hipmi yang akan menggantikannya sebagai presiden. Jokowi hanya menyebut bahwa sosok itu berasal dari Hipmi.

"Tapi saya tak menyebutkan orangnya siapa. Bisa saja yang berdiri tadi," ujar Jokowi.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Tempo.co
Kategori : Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
www www