Home >  Berita >  Binjai

Tiga Bulan Lebih Beroperasi, OG Hospital Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan dan SJSN

Tiga Bulan Lebih Beroperasi, OG Hospital Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan dan SJSN
Rabu, 22 Januari 2020 16:34 WIB
Penulis: RFS
BINJAI-Meski diketahui telah beroperasi selama lebih dari 3 bulan belakangan ini, Rumah Sakit OG Hospital Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur, Binjai, diduga kuat telah melanggar Undang-undang Nomor 13 Tentang Ketenagakerjaan dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004, tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Rabu (22/1/2020).Pelanggaran yang dilakukan pihak manajemen rumah sakit yang berhadapan langsung dengan Masjid Agung Kota Binjai itu, ialah tidak mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini biasa dipanggil dengan nama BPJAMSOSTEK.

Hal itu terbukti, saat awak media ini mengkonfirmasi secara langsung kepada pekerja yang saat itu tengah berada di Rumah Sakit OG Hospital. Wanita berinisial P menjawab, ia memang belum didaftarkan sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

"Saya ada kartu BPJS Ketenagakerjaan tapi di tempat kerja saya yang lama, kalau di sini, belum," ucap wanita yang mengaku sebagai kepala keperawatan di rumah sakit tersebut.

Ads
Ketika ditanya, mengapa belum didaftarkan oleh pihak manajemen OG Hospital, sebagai peserta BPJAMSOSTEK, mengingat, setelah ia berpindah tempat kerja, maka kartu tersebut sudah tidak berlaku lagi, ia menjawab, masih dalam tahap pemberkasan.

'Ia, di sini kan belum terdaftar, karena masih dalam tahap pemberkasan untuk didaftarkan, untuk jumlah tenaga kerja di sini ada sekitar 20 orang," ungkapnya.

Ditengah sesi wawancara dengan wanita yang mengaku sebagai kepala perawat itu, salah seorang wanita lainnya mengaku sebagai dokter Intalasi Gawat Darurat (IGD), datang menghampiri dan bertanya maksud dari konfirmasi awak media ini, dan mengatakan penanggung jawab dari OG Hospital adalah Dr. Lesmana.

"Kenapa tanya soal itu pak, saya dokter IGD di sini, untuk masalah daftar BPJS Ketenagakerjaan memang belum, dan kami gak berani jawab lebih jauh karena tidak kompatibel untuk jawab itu, bapak bisa datang sore nanti dan bertemu dengan Dr. Lesmana, dia yang bertanggung jawab di sini, tapi kami tidak bisa pastikan beliau ada tau tidak," kata wanita itu, sembari berlalu meninggalkan awak media ini.

Terkait dengan belum didaftarkannya seluruh tenaga kerja di bawah manajemen OG Hospital, tentu saja, hal itu telah melanggar Pasal 99 ayat Satu (1) Undang-undang Nomor 13 Tentang Ketenagakerjaan, yang berbunyi, "Setiap buruh/pekerja dan keluarganya berhak untuk memperoleh Jaminan Sosial Tenaga Kerja,".

Bukan hanya UU Nomor 13 Tentang Ketenagakerjaan saja, dengan tidak didaftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK, OG Hospital, juga telah melanggar Pasal 13 ayat (1) Undangan-undang Nomor 40 Tahun 2004, tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) yang berbunyi, "Pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti,". *

Editor : Sisie
Kategori : Binjai, Sumatera Utara, Pemerintahan, Peristiwa, Umum
www www