Jaga Inflasi, BI Berkolaborasi dengan Pakpak Bharat Dampingi Klaster Cabai Merah

Jaga Inflasi, BI Berkolaborasi dengan Pakpak Bharat Dampingi Klaster Cabai Merah
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat (tengah) saat menanam bibit cabai merah di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat pada Jumat (22/11) lalu/Istimewa
Minggu, 24 November 2019 11:31 WIB
Penulis: Anita
Pakpak Bharat-Upaya Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) menjaga inflasi di Sumut dengan meresmikan klaster cabai merah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ulu Laena di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat pada Jumat (22/11/2019) lalu.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat hal ini juga upaya BI untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya melalui program pendampingan klaster. "Kita harapkan dapat memenuhi ketersediaan stok cabai merah untuk Sumut sehingga inflasi dapat terjaga," kata Wiwiek.

Dijelaskan Wiwiek, per akhir triwulan III 2019, cabai merah menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di Sumatera dengan pertumbuhan sebesar 84,18% (yoy) dan andil inflasi sebesar 1,26%. Per Oktober 2019 BI telah mencatatkan deflasi, didorong deflasi pada komoditas volatile food sejalan dengan penurunan harga cabai merah dan cabai rawit karena masuknya musim panen.

"Hal tersebut semakin menguatkan kita pentingnya menjaga supply dari komoditas cabai merah ini. Maka, kita lakukan penanaman cabai merah pada lahan percontohan seluas 10 hektar yang tersebar di dua desa yakni Desa Ulu Merah lima hektar dan Desa Ulu Langge Namuseng lima hektar. Saat ini baru 2,5 hektar yang kita tanami. Kita akan lakukan pendampingan pada klaster ini selama tiga tahun," jelasnya.
Ads

Sebagai tahap awal pendampingan, BI telah melaksanakan pemberian materi terkait perubahan mindset dengan narasumber certified coaches yaitu tim IMUTS pada tanggal 18 November 2019. Selanjutnya juga telah dilakukan pelatihan budidaya cabai merah organik dan pembuatan pupuk organik mulai 19 hingga 21 November 2019 dengan narasumber Dr Nugroho Widiasmadi, peneliti MA 11 yang sudah sangat berpengalaman mendampingi kelompok tani binaan BI.

"Dengan pelatihan yang diberikan, kami berharap dapat membawa perubahan yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas para petani," tandasnya.

Sementara, PJ Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution menyambut baik program BI tersebut. Ia berharap selain cabai merah, BI dapat melakukan pendampingan terhadap komoditas-komoditas lain yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat. Terutama komoditas yang potensial di sana seperti gambir dan jagung.*
www www