Home >  Berita >  Umum

Korban Lakalantas Tanjung Alam Kisaran Tersebar di Sosmed, Warga Mengecam Penyebar Video

Korban Lakalantas Tanjung Alam Kisaran Tersebar di Sosmed, Warga Mengecam Penyebar Video
Kondisi rumah duka
Senin, 18 November 2019 14:01 WIB
Penulis: Bayu Sahputra
ASAHAN-Kecelakaan lalu lintas tragis yang merenggut korban jiwa sepasang suami istri paruh baya Haji Mustar Batubara (67) dan istrinya Hj Murniati Lubis (65) di Jalan Lintas Sumatera Simpang Tanjung Alam, Kisaran pada Minggu (17/11/2019) ternyata videonya sempat tersebar di sosial media (sosmed) facebook.

Sebelumnya Laka lantas yang memakan korban jiwa hanya sang suami saja dan sang istri hanya mengalami luka berat.

Setelah itu, si istri Hj. Miniarti juga turut menyusul sang suami H. Mustar dengan mengakhiri hayatnya saat di RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.

Video yang tersebar berdurasi 1 menitan itu mendapat berbagai komentar dari masyarakat pengguna sosial media.

Divideo tersebut juga menampakkan korban Hj Murniati sedang meringis kesakitan minta tolong. Tangannya melambai-lambai kepada warga yang menontonya.

Saat itu, Murniati masih sadar meski bagian pinggul hingga kaki kondisinya sudah hancur lebur.
Ads

Sementara sang suami mengenakan kaos warna putih dalam keadaan tewas ditempat persis dibawah kolong ban depan truk tronton bermuatan sawit.

“Saya ada liat videonya yang dibagikan orang di facebook uwak perempuan itu (Murniati) nampak masih hidup tangannya melambai lambai minta tolong sama orang disekitar dia tapi gak ada yang berani mendekat. Kasian kali. Tapi lebih keterlaluan si penyebar videonya itu, sama sekali seperti tak punya hati,” kata Dewi yang sempat menyaksikan video sadis itu beredar di sosial media.

Diapun mengutuk keras pelaku penyebaran video tersebut hingga beredar di sosial media termasuk pesan berantai whatsapp memperlihatkan foto saat korban dalam kondisi mengenaskan di bawah kolong truck.

“Tapi sekarang memang sudah tak ada lagi memang videonya karena banyak komentar yang minta video itu dihapus,” katanya.

sementara Diana, warga lainnya juga berharap agar masyarakat cerdas menggunakan sosial media.

Menurutnya dengan adanya penyebaran video-video seperti itu hanya menambah kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kebetulan saya kenal sama uwak itu, dua duanya saya kenal. Mereka tetangga saya, dan orangnya baik. Untuk apalah disebar video atau foto seperti itu kasian keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, dirumah duka Jalan Merpati Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan hingga Minggu malam, pukul 21.30 WIB ratusan pelayat masih menunggu kedatangan jenazah pasutri naaas itu.*
Editor : Sisie
Kategori : Umum, Gonews Group, Asahan, Sumatera Utara
www www