Umbar Janji saat Pilkada, Bupati Zahir Lupa saat Berkuasa

Umbar Janji saat Pilkada, Bupati Zahir Lupa saat Berkuasa
Jalan Dusun III, desa Kwala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, belum mendapat perbaikan sampai sekarang (TAF/Gosumut.com)
Rabu, 06 November 2019 08:13 WIB
Penulis: Tuah Aulia Fuadi
BATUBARA - Infrastuktur jalan di Desa Kwala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, saat ini kondisinya banyak yang rusak. Salah satunya di dusun 1, 2 dan 4.Jalan yang awalnya diaspal lapen itu kini hancur lebur. Aspal sudah mengelupas dan sekarang pasir dan batu kecil mengelupas.

Menurut salah seorang warga Desa Kwala Indah, jalan ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Apalagi saat musim kemarau berdebu dan licin. Sementara, saat musim hujan juga tidak kalah berbahaya karena berlumpur.

"Jalan ini juga sempat ditambal pemuda dan pemudi setempat dengan menggunakan pasir dan batu seadanya. Namun saat ini kondisinya sudah kembali rusak parah," ungkap warga meminta namanya tidak ditulis.

Ads
Warga juga menerangkan, di jalan menuju Dusun 4, Desa Kwala Indah, kondisinya juga tidak kalah hacur dari dusun 1 dan 2.

"Jalan berlubang di sana-sini pun mulai mengintai sejumlah pengguna jalan.

"Pasangan Zahir - Oky sudah berkuasa jadi bupati dan wakil bupati di daerah itu, namun jalan tersebut tetap saja masih hancur," beber warga lainnya, Muhammad Arif Efendi yang juga mantan Wakil Ketua Pemenangan Zahir - Oky pada Pilkada Batubara 2018 lalu.

Arif mengaku kecewa kepada Bupati yang dia usung. Karena, sebelumnya Pemkab Batubara di bawah kepemimpinan OK Arya juga sempat berjanji akan memperbaiki jalan di desa itu.

Begitupun dengan Zahir saat terpilih menjadi Bupati Batubara Periode 2018-2023 juga berjanji akan membagun jalan tersebut di tahun 2020.

Arif menyebut, Bupati saat Pilkada 2018 lalu sangat gemar mengumbar janji di detik detik pencoblosan pada pilkada tahun lalu, namun tidak direalisasikan ketika sudah berkuasa.

“Ya, janji-janji dia dulu saat kampanye. Bahkan saat terpilih pun akan membagun dusun 1,2 dan 4 ini di tahun 2020, ternyata tidak semanis ketika dia sudah berkuasa. Dilihat dari anggarannya saja, di Dinas PUPR pada tahun 2020, dia hanya menganggarkan Rp 500 juta, mau dibagun pakai apa dengan dana segitu, satu dusun saja tak cukup," protes Arif.

Ironisnya jalan penghubung Desa Kwala Indah dengan Desa Kwala Tanjung ini kerap dilintasi warga untuk mengangkut hasil perkebunan dan Perikanan.

"Ya pasti menggangulah,” protes Arif lagi dengan nada kecewa.

Padahal, kata dia, saat masih kampanye Arif lah yang mengantar pasangan Zahir - Oky ini ke beberapa tempat untuk memperkenalkan program kerjanya kepada masyarakat Kwala Indah jika terpilih sebagai bupati.

“Ya, janji orang politik memang sulit dipercaya, apalagi orang politik kayak Pak Zahir ini. Dulunya kami tak mengenal sosoknya seperti ini,” tambahnya.

Arif mengakui, dengan kondisi seperti itu, jalan tersebut sempat membahayakan warga yang melintas. Bahkan beberapa kali warga dan anak - anak sekolah terjatuh hingga mengalami luka-luka di bagian kaki hingga kepala.

Dalam kondisi jalan yang tak disentuh pembangunan seperti saat ini, juga membuat warga menjadi was-was.

“Karena sudah sering warga terjatuh hingga mengalami luka-luka, jadi selalu was was kita," keluhnya.

Selain itu, kendaraan roda empat juga sempat ngadat alias tidak naik ke jalan, karena kondisi jalan memang rusak berat. Bahkan mobil jenis Agya, kata dia, sampai didorong warga untuk bisa melintas.

Jalan ini diaspal terakhir sekitar 8 tahun lalu. Arif lantas meminta kepada Bupati Zahir yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat saat ini tidak lagi berbuat ingkar janji apalagi harus menambah janji.

"Karena saat kampanye dulu, menebar janji dia bukan mainnya, bahkan beberapa bulan yang lalu saat kita jumpai dia juga sempat menebar janji yang sama lagi, tapi ya sudah lah itu, kalau hatinya sudah tak lurus, payahlah," kesalnya.

Oleh karena itu, masyarakat menilai Bupati Batubara Zahir telah ingkar janji kepada masyarakat yang memilihnya di Pilkada 2018, khususnya warga Kecamatan Sei Suka yang ada di Desa Kwala Indah.

Menurut dia, amanat dari rakyat itu tidak boleh disia-siakan.

"Jangan hanya sekadar mengumbar janji, tapi tidak direalisasikan. Kita tahu dia sedang euforia karena baru menjabat, tapi ya janganlah sampai ingkar janji, apalagi menambah janji ke sana sini," ucapnya.

Arif berharap Bupati Zahir tidak lupa terhadap janjinya untuk segera melakukan perbaikan jalan di 3 dusun di desanya tersebut di APBD - Perubahan tahun 2020.

"Jika di APBD - Perubahan 2020 nanti dia masih ingkar lagi, tahu kita buat sikap," pungkasnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batu Bara, Agus Andika menyebut, Bupati telah memenuhi janji yang dibuatnya saat kampanye secara bertahap.

Seperti halnya janji Bupati mengenai jaminan pembangunan jalan di Desa Kwala Indah, Agus menyebut di APBD 2019 ada kegiatan pengaspalan jalan kabupaten di Desa Kwala Indah.

Bahkan di tahun 2020 juga ada pengaspalan peningkatan jalan dengan dana sebesar Rp 500 juta di desa tersebut.

"Mulai dari APBD 2019 hingga APBD tahun 2023, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas," ucapnya.

Agus membantah, jika disebut Bupati Batubara telah ingkar janji terhadap masyarakat Desa Kwala Indah dalam hal pembangunan.

"Artinya selama 5 tahun itulah pembangunan jalannya dicicil berdasarkan tahapan di RPJMD, tak langsung serta merta tuntas di tahun 2020," kilahnya.

Dia berharap, warga Desa Kwala Indah bisa bersabar karena dana pembangunan jalan harus dibagi tidak hanya memprioritaskan Desa Kwala Indah saja, tetapi juga desa lainnya.

Ditambahkan Agus, Kewenangan jalan poros kabupaten terletak di kewenangan dinas PUPR, sedangkan untuk jalan dusun dan lingkungan porsinya ada di Dinas Perkim.

"Kita di Dinas PUPR harus mencari yang benar-benar prioritas Bupati membangun jalan kabupaten. Begitu juga dengan dinas perkim membangun jalan dusun maupun lingkungan, sama halnya juga dengan dana desa Kwala Indah, itu juga bagian dari andil Bupati," tutupnya.

www www