Tiga Kali Dibuat Jembatan Darurat, Gorong-gorong Penghubung 4 Desa di Mazino kembali Hanyut Dihantam Banjir

Tiga Kali Dibuat Jembatan Darurat, Gorong-gorong Penghubung 4 Desa di Mazino kembali Hanyut Dihantam Banjir
Kondisi gorong-gorong penghubung utama 4 desa di Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan pasca jembatan darurat dari batang kelapa hanyut terbawa banjir
Rabu, 23 Oktober 2019 13:08 WIB
Penulis: Halawa

NIAS SELATAN - Meski sudah tiga kali dibuat jembatan darurat pada gorong-gorong penghubung utama 4 desa di Kecamatan Mazino, tepatnya dekat jembatan bailey Sungai Idanolawa, Desa Hililaza Hilinawalo Mazino, Kecamatan Mazino, namun selalu amblas dihantam banjir dikarenkan hujan deras terus menerus mengguyur wilayah itu.

Pj.Kades Hililaza Hilinawalo Mazino, Perubahan Harefa kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (23/10/2019), mengakui jika jembatan darurat yang baru dibuat oleh warga 4 desa di Mazino kembali amblas dihantam banjir.

"Pasca amblasnya gorong-gorong dekat jembatan Bailey Sungai Idanolawa yang merupakan penghubung utama 4 desa, ada 3 kali kita buat jembatan darurat dari batang kelapa, namun tetap hanyut dibawa banjir. Ini terjadi, karena curah hujan yang terus mengguyur wilayah Nias Selatan akhir-akhir ini hingga menyebabkan banjir besar. Terakhir jembatan darurat yang kita buat belum lama ini, tadi malam kembali hanyut dibawa banjir," ujarnya.

Saat ini, kata dia, akses penghubung utama warga desa di sana menuju desa lain di Mazino dan Telukdalam sebagai ibukota Kabupaten Nias Selatan, sangat terganggu.

Ads
"Untuk sementara, kita belum mau membuat kembali jembatan darurat. karena khawatir dibawa banjir kembali, karena kondisi hujan yang masih terus mengguyur wilayah Mazino," pungkasnya.

Sementara, warga yang melintasi gorong-gorong tersebut khususnya pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya melewati sungai.

Di samping itu, tiang listrik dekat jembatan itu juga terancam hanyut dibawa banjir.

Oleh sebab itu, Perubahan berharap agar Pemerintah Daerah Nisel dapat menangani kondisi gorong-gorong itu secepatnya agar akses penghubung utama warga 4 desa itu kembali berjalan normal.

Diketahui, pihak Pemkab Nisel melalui Dinas PUPR juga akan menangani peristiwa amblasnya badan jalan yang terjadi pada Agustus lalu tepatnya dekat gorong-gorong yang amblas itu dengan menurunkan alat berat jenis escavator.

Namun, karena kondisi hujan dan banjir yang masih terus mengguyur wilayah itu, pengerjaan badan jalan yang amblas, pembuatan bronjong dan pengalihan aliran sungai Idanolawa dekat jembatan Bailey itu, terpaksa belum bisa dilakukan untuk sementara waktu.

Editor : Fatih
Kategori : Gonews Group, Umum, Peristiwa, Sumatera Utara, Nias Selatan
www www