Kunker ke Markas Batalyon 125 Simbisa

Danbrigif 7/RR : Aplikasikan Filosofi Kehidupan Layaknya Sebuah Jam

Danbrigif 7/RR : Aplikasikan Filosofi Kehidupan Layaknya Sebuah Jam
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal menyambut kedatangan Danbrigif 7/Rimba Raya Kolonel Inf Agustatius Sitepu di dampingi Danyonif 125/Smb Letkol Inf Anjuanda Pardosi
Rabu, 23 Oktober 2019 16:45 WIB
Penulis: Teguh Andika
KARO - Danbrigif 7/RR Kolonel Inf Agustatius Sitepu melakukan kunjungan kerja ke Bataliyon 125 Simbisa Kabanjahe, Tanah Karo, Rabu (23/10/19) pukul 09.00.Setibanya di gerbang 1 Batalyon 125 Simbisa, Danbrigif disambut hangat Danyonif 125/Smb Letkol Inf Anjuanda Pardosi beserta jajaran Prajurit 125/Smb, sembari disuguhkan tarian Karo sebagai tanda sosok pimpinan Komando telah tiba di Batalion Infanteri 125/Smb.

Penyambutan ini turut hadir Bupati Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal, Waka Polres, Ricardo Simanjutak Kejaksaan Negeri Kabanjahe, Staf Ahli Bupati Karo Agustin Pandia dan Kepala Bappeda Nasib Sianturi, dan sejumlah OPD Karo.

Dalam kesempatannya, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengucapkan terimakasih atas kunjungan Danbrigif 7/Rimba Raya ke wilayah Karo khususnya ke Markas Yonif 125/Smb.

Ads
Terkelin juga mengakui, Danbrigif 7/Rimba Raya Kolonel Inf Agustatius Sitepu, masa menjabat Dandim 0205/TK kala itu, sangat aktif menangani pasca erupsi Gunung Sinabung dan selalu peduli dengan kemajuan Karo.

"Walaupun beliau (Danbrigif 7/RR) tidak bertugas di Karo, namun dukungannya dan setiap kegiatannya selalu dapat kita akses melalui media cetak, media massa dan elektronik, tidak pernah berubah, yaitu kepedulian atas Gunung Sinabung, sehingga pernah disebut sebagai Dandim terbaik masa menjabat di Karo, karena baik dalam penanganan Gunung Sinabung," sebut Bupati.

Selain itu, kata Terkelin, sosok Danbrigif 7/RR diketahui sebagai merupakan sosok pemimpin yang baik, yang memberi manfaat bagi orang lain.

"Mudah mudahan Danbrigif 7/RR dapat meraih karir yang lebih baik dan cepat mendapat bintang satu. Untuk itu, jadilah menjadi diri sendiri setiap dalam bertugas," imbuhnya.

Sementara, Danbrigif 7/Rimba Raya Kolonel Inf Agustatius Sitepu sangat berterimakasih dan terharu atas sambutan Bupati Karo dan Forkopimda lainnya. Dirinya tak menyangka bahwa dapat melakukan kunjungan kerja ke Yonif 125/Smb.

"Di mana Karo memiliki suatu kebanggaan yaitu adanya keberadaan Bataliyon, sebab Bataliyon tidak ada di semua kabupaten," ucapnya.

"Secara logika saya, mungkin mustahil ada di tempat ini sekarang, tapi dapat kita lihat yang tak mungkin terjadi dapat menjadi mungkin, tetaplah kita optimis, berbuatlah kebaikan, karena akan ada hasilnya, hanya masalah waktu saja," tandasnya.

Agustatius Sitepu eks Dandim 0205/TK ini, tidak pernah terbayang akan menjabat Danbrigif 7/RR.

"Itu yang saya sebut mustahil tadi. Apalagi semasa menjabat Dandim di Karo, banyak sekali suka duka, terlebih menyangkut penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung, sering kita didemon sama Pak Bupati, tapi semuanya telah indah pada waktunya," tuturnya.

Sebelumnya kala itu, Agustatius sempat berpikir apa yang dia kerjakan selama menjabat Dandim di Karo, semua perbuatan baik yang dicapai, dianggap pimpinan tidak tahu, apalagi bupati, tapi yakinlah Tuhan tahu semua.

"Diluar dugaan saat itu, sewaktu eks Dandim 0205/TK kala itu, saya dipanggil ke Kodam I/BB, dan yang saya alami cukup mengejutkan. Di mana saya diberikan suatu penghargaan yang tak tanggung dari Kasad saat itu, berupa dedikasi dalam hal penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung," paparnya.

Dan masih ada contoh lainnya yang mendapat berkah jabatan sebagai Kolonel, dari penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung.

"Yakni Kolonel Meyer Putong, Kolonel Sep Sukarna (Danbrigif Aceh) dan saya sendiri Kolonel, ini semua atas berkah Gunung Sinabung," kata Agustatius Sitepu disambut applause.

Makanya, lanjut Danbrigif 7/RR, dia selalu mempedomani suatu filosofi ibarat jam tangan atau jam dinding. Di mana jam selalu berdetak dan jarumnya bergerak ke arah kanan, tidak pernah ke kiri.

"Ini menandakan supaya kita bekerja, jangan peduli kiri - kanan, yang penting apa yang baik kita kerjakan," tegasnya.

Sifat sifat keangkuhan, kesombongan, dendam, benci dan amarah harus dibuang dan ditanamkan, sebab ini sebagai penghalang berkat.

"Artinya ada kata bijak, disaat kamu mempunyai niat baik, maka 7 pintu rejeki akan terbuka bagimu. Begitu juga sebaliknya, apabila disaat kamu tidak memiliki niat baik, maka 7 pintu rejeki akan tertutup bagimu. Ini tausyiah yang setiap kesempatan ada, saya tekanan dan sampaikan," tutupnya.

Tampak hadir dalam kunker tersebut Firdaus Sitepu, Pujiati, Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, bank Bri, bank mandiri, PT Bank Sumut, LVRI Karo, Pramuka dan Ormas, ASN Karo.

Editor : Fatih
Kategori : Gonews Group, Umum, Sumatera Utara, Karo
www www