Home >  Berita >  Politik
Seminar Hari Santri Fraksi PKS DPR RI

Garis Perjuangan Fraksi PKS DPR Memuliakan Ulama, Santri, dan Pesantren

Garis Perjuangan Fraksi PKS DPR Memuliakan Ulama, Santri, dan Pesantren
Selasa, 22 Oktober 2019 16:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Memperingati Hari Santri 22 Oktober 2019 Fraksi PKS DPR RI menggelar Seminar dengan Tema "Peran Santri Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI" pada Selasa, 22/20/2019 di DPR Senayan.Sebagai Narasumber Dr. HM. Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR/Wakil Ketua Badan Wakaf Pesantren Gontor), Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA, Alhafidz (Rektor Univ Pesantren Darul Ulum, Jombang Jatim), Dr. KH. Ahmad Hidayatullah (Pondok Pesantren Modern Gontor), Dr. KH. Ahzami Samiun Jazuli, MA (Pembina Majelis Pesantren dan Mahad Dakwah Indonesia), Prof. Dr. Phil. Komaruddin Amin, MA (Dirjen Pendis Kementerian Agama RI), Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed.* (Sekum PP Muhammadiyah)

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengucapkan selamat Hari Santri Nasional sembari memberikan apresiasi dan penghormatan atas jasa dan peran santri bagi Indonesia.

"Atas nama pimpinan dan anggota Fraksi PKS serta keluarga besar PKS saya ucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Tidak berlebihan jika kita katakan santri adalah tulang punggung NKRI. Mereka yang mewariskan NKRI, mereka juga yang menjaga kedaulatannya," tegasnya.

Ads
Pergerakan kemerdekaan Indonesia bertabur nama besar ulama dan santri pejuang karena memang kesadaran _hubbul wathon minal iman_ diajarkan di pesantren-pesantren sejak dulu. Ketika penjajah hadir maka jiwa-jiwa santri siap berkorban untuk ibu pertiwi. Hingga kini pesantren itu khas mengajarkan _islahul umat wa hifzu daulah_ (perbaikan masyarakat serta penjagaan bangsa dan negara).

"Itulah sifat dan karakter pendidikan pesantren yang sangat nasionalis sehingga layak dijadikan soko guru pendidikan nasional. Selain itu santri adalah gambaran nyaris sempurna visi pendidikan nasional dalam Pasal 31 UUD 1945 yaitu siswa didik yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Anggota DPR Dapil Banten ini, karakter pendidikan pesantren itu kita perkuat melalui UU Pesantren yang berhasil kita sahkan kemarin. Di samping itu, UU juga mengamanatkan kepada negara cq pemerintan agar memberikan perhatian dan dukungan yang lebih kuat terhadap kemajuan, anggaran, dan sarana prasarana pesantren.

"Pemulian ulama, santri dan pesantren sejak awal menjadi garis perjuangan Fraksi PKS di DPR. Sebagai buktinya, inisiator Hari Santri tanggal 22 Oktober adalah Dr. HM. Hidayat Nur Wahid. Fraksi yang pertama kali dan konsisten menggelar Lomba Baca Kitab Kuning di DPR ini hanya Fraksi PKS. Fraksi PKS _all out_ mengusung dan melahirkan UU Pesantren dengan mengakomodir aspirasi seluruh ormas Islam dan pesantren di Indonesia," ungkapnya.

Jazuli Juwaini yang juga menulis Buku "Ulama dan Pesantren Mewariskan Indonesia Merdeka" mengajak seluruh masyarakat untuk menempatkan ulama dan santri secara terhormat dalam kehidupan bermasyarakat yaitu dengan meneladani spiritnya dalam menjaga karakter bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia serta dalam menjaga kedaulatan bangsa.***

www www