Peletakan Batu Pertama Pembangunan Huntap III di Siosar

Gubsu Edy Rahmayadi : Jaga Alam, karena itu Surga Kecil yang Diberikan Tuhan

Gubsu Edy Rahmayadi : Jaga Alam, karena itu Surga Kecil yang Diberikan Tuhan
Jum'at, 18 Oktober 2019 19:13 WIB
Penulis: Teguh Andika
KARO - Peletakan batu pertama pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) Tahap III di Siosar mulai dilakukan oleh Kepala BNPB letjen TNI Doni Monardo, Jumat (18/10/19).Acara peletakan batu pertama tersebut turut diikuti Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, dan wakil Bupati Karo Cory Seriwaty br Sebayang.

Hadir pula Deputi I Kemneko PMK Dody Usodo, Danrem 023/KS Kolonel Inf Tri Saktiyono, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, Kepala BPBD Propsu Riadil Akhir Lubis, Kalak BPBD Karo Ir Martin sitepu dan Kepala desa Hunian Tahap III.

Dalam sambutannya, Bupati karo Terkelin Brahmana mengucapkan selamat datang kepada Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang sudah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk dapat hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) Tahap III.

Ads
Terkelin menerangkan, masyarakat desa yang akan menghuni tahap III ini, meliputi 3 desa dan 1 dusun, yaitu Desa Sigarang-garang, Sukanalu, Mardingding, dan Dusun Lau Kawar, sebanyak 1.038 kepala keluarga di lahan area penggunaan lain (APL) Siosar seluas 70 Ha.

"Sedangkan untuk kebutuhan lahan usaha tani juga di kawasan hutan produksi Siosar yang ditempuh melalui mekanisme tukar menukar kawasan hutan (TMKH) Seluas 480,11 hektare," urainya.

Jumlah biaya tahap III tersebut, kata Bupati, menelan biaya Rp161.7 miliar dengan progres meliputi pembutan site plan Rp 433.950.000, pematangan lahan Relokasi tahap III Rp 7.870.000, perumahan dan infrastruktur dasar pemukiman Relokasi tahap III Rp 117. 489.743.033, sistem penyediaan air minum (SPAM) Relokasi tahap III senilai Rp 10.815.164.896, lahan usaha tani relokasi tahap III dan pendampingan Rp 19.951.712.000.

Sementara, Kepala BNPB letjen TNI Doni Monardo mengatakan, dirinya datang kesana ingin memastikan apa saja yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang kurang perlu diperhatikan oleh pemerintah.

"Tadi saya mendapat penjelasan dari panitia tentang upaya upaya memperhatikan kearifan lokal dalam pembangunan, saya memberikan apresiasi hal ini tentu menjadi prioritas kita bersama," jelasnya.

Kata Letjen ini, pembangunan di Siosar ini diharapkan membuat masyarakat menjadi lebih aman dan baik saat tinggal di hunian yang lebih baru dari hunian sebelumnya.

"Untuk itu, jagalah alam sekitar Siosar ini, jangan pernah lagi ada kita dengar pembalakan hutan, penebangan kayu, dan pembakaran kayu, dengan sesuka hati dengan mengabaikan faktor keselamatan masyarakat sekitar, sehingga dapat menimbulkan bencana alam," imbuh Doni.

"Semua ini bukan semata menjadi program pemerintah, tetapi sudah menjadi kewajiban kehidupan dalam pembangunan masyarakat terdampak bencana secara global," tandasnya.

Di samping itu, lanjut Doni, masyarakat patut bersyukur, karena Karo memiliki hawa yang sejuk, selain itu memiliki komoditas andalan yaitu Kopi Karo.

"Kopi ini sungguh terasa nikmatnya, tidak kalah rasanya dengan suguhan wine, jika kita minum bersama sama. Nah inilah yang harus kita populerkan, bahwa kopi Karo layak diinternasional," ujarnya sambil menenggak kopi secangkir yang disediakan ajudannya sewaktu memberikan kata sambutan.

Hal senada dikatakan gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, jika pembangunan huntap tahap III sudah rampung, masyarakat diajak untuk menjaga dan melestarikan alam,

"Karena kita sudah diberikan surga kecil oleh Tuhan," ujarnya.

"Jadikan tempat yang dibangun pemerintah ini, menjadi tempat tinggal yang nyaman dan tenang, sebab ini semua sudah keinginan pemerintah dalam rangka membantu rakyatnya ketika bencana datang," pungkasnya.

Di penghujung acara, Kepala BNPB letjen TNI Doni Monardo di dampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, wakil Bupati Karo Cory Seriwaty br Sebayang memberikan secara simbolis kepada perwakilan warga desa Huntap III berupa satu buah penggiling mesin kopi dan dilanjutkan penanaman pohon pokat di sekitar lahan Huntap III.

Editor : Fatih
Kategori : Gonews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Sumatera Utara, Karo
www www