FP-USU Ingin Mencetak Pengusaha-pengusaha Tauge Baru

FP-USU Ingin Mencetak Pengusaha-pengusaha Tauge Baru
Selasa, 15 Oktober 2019 16:08 WIB
Penulis: Rel
MEDANDalam rangka melaksanakan salah satu dari Tridharma Perguruan Tinggi, melalui Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM USU), Tim Dosen Fakultas Pertanian USU yang dikoordinir oleh Dr.Ir.Mariati Sinuraya, MSc bersama Dr. Diana Sofia Hanafiah, SP., MP dan Ir. Hotnida Sinaga, M,PHiL.,Ph.D sebagai anggota tim, didampingi beberapa mahasiswa telah melaksanakan kegiatam Pengabdian pada Masyarakat di dua lokasi yaitu di Jl. Pales III, Kecamatan Selayang, Medan dan di Gang Bilal ujung, Polonia Medan, dengan thema “Kelompok Pengusaha Tauge Hidroponik”.

Menurut Dr. Ir. Mariati Sinuraya, MSc, pelaksanan kegiatan mulai dari survei lokasi, koordinasi dengan masyarakat, persiapan peralatan dan bahan pembuatan tauge hidroponik tersebut, memerlukan waktu sekitar 4 bulan yaitu dari bulan Juni sampai September 2019.

Kegiatan yang didanai oleh DRPM Dikti ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai latar belakang kehidupan yang umumnya berekonomi lemah (semua peserta dari gang Bilal berprofesi sebagai pemulung sampah), sementara pelatihan pembuatan yang dilakukan di Jalan Pales III umumnya diikuti oleh peserta pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau bekerja serabutan, ibu rumah tangga dan juga mahasiswa yang sangat ingin belajar membuat tauge hidroponik.

Mereka umumnya memiliki penghasilan yang rendah dan tidak menentu setiap hari, perlu penghasilan tambahan tetapi tidak memiliki ketrampilan dan modal untuk memulai usaha baru.

Ads
Kegiatan di dua lokasi yang berbeda tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak bulan Juni 2019 sampai September 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peserta yang didominasi oleh kaum ibu yang berdomisili di sekitar jalan Pales dan Gang Bilal ujung.

Tehnik ini sangat sesuai diterapkan di lokasi pengabdian khususnya yang di gang Bilal ujung karena peserta yang tinggal di lokasi tersebut tidak memiliki lahan yang dapat ditanami. Tauge hidroponik ini tidak membutuhkan tempat yang luas, bahkan bisa dilakukan dengan memanfaatkan ruang yang kosong di dapur atau di kamar mandi.

Pada kegiatan tersebut diserahkan juga beberapa peralatan dan bahan untuk membuat tauge kepada setiap peserta, yang selanjutnya dapat digunakan dalam mengimplementasikan pelatihan tersebut.

Adapun peralatan dan bahan yang diberikan di kedua lokasi tersebut adalah kepada setiap peserta masing-masing mendapat; sebuah box container, 3 unit bak penampung air, 3 unit bak berlobang, 9 potong strimin plastic, 15 potong kain flanel, 1 unit timbangan, 1 unit gunting, 15 kg kacang hijau, 1 unit wadah pencuci tauge, dan kepada peserta pemulung sampah dan peserta yang benar-benar kesulitan dana juga diberikan sedikit dana karena mereka tidak bisa bekerja selama kegiatan berlangsung.

Tim pengabdian menyatakan bahwa fasilitas yang diserahkan kepada peserta, apabila digunakan dengan benar dan sungguh-sungguh, akan dapat menjadikan mereka menjadi Pengusaha Tauge yang sukses.

Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan bertujuan tidak hanya untuk membantu masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tetapi juga untuk memotivasi mahasiswa dan ibu-ibu rumah tangga untuk menciptakan peluang usaha dan membentuk kelompok “Pengusaha Tauge Hidroponik”.

Dengan bekal pengetahuan yang sudah diperoleh, diharapkan peserta yang berpenghasilan rendah dapat memulai usaha taugenya untuk meningkatkan taraf hidup dalam keterbatasan ruang dan dana yang mereka miliki menjadi pengusaha yang berkecukupan dan memiliki taraf hidup yang layak, sementara peserta ibu-ibu rumah tangga dan mahasiswa diharapkan dapat mentranfer pengetahuan yang sudah didapat kepada orang lain yang membutuhkan.

Kegiatan untuk mencetak calon Pengusaha Tauge Hidroponik yang telah dilakukan ini disambut dengan sangat antusias dan dirasakan sangat bermanfaat bagi para peserta. Di kedua lokasi pengabdian bahkan ada beberapa peserta yang tidak terdaftar sebagai peserta, turut hadir dan begitu antusias mengajukan pertanyaan perihal pembuatan tauge hidroponik tersebut.

Peserta yang terdaftar sudah mempraktekkan sendiri pembuatan tauge hidroponik tersebut setelah mengikuti pelatihan dan mendapat fasilitas. Bapak Jepta Sinulaki selaku ketua kelompok Pengusaha Tauge Hidroponik tersebut, mewakili seluruh peserta, menyatakan rasa syukur dan terimakasihnya atas kehadiran Tim Pengabdian USU yang berkenan mengadakan Pengabdian pada Masyarakat untuk warga yang tinggal di daerah Jalan Pales.

Beliau dengan penuh semangat menunjukkan tauge yang mereka buat kepada tim pengabdian. Beliau menyatakan semua fasilitas yang diberikan kepada mereka sangat bermanfaat.

Menurut Dr. Ir. Mariati Sinuraya, MSc, kegiatan ini akan terus dimonitor dan dievaluasi oleh tim pengabdian sampai bulan November dan diharapkan semangat peserta tetap tinggi untuk menghasilkan tauge hidroponik tersebut sehingga dapat terus berlanjut dan mencetak pengusaha-pengusaha tauge baru.*
Editor : Winsyah
Kategori : Gonews Group, Pendidikan, Sumatera Utara, Medan
www www