BAGANSIAPIAPI - Nasib malang dialami siswi kelas IX SMPN 4 Sintong, Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau. Jenazahnya ditemukan di kebun karet dengan kondisi yang mengenaskan dengan celana jeans terikat di leher. Dugaan sementara, remaja putri berinisial PI, 16 tahun itu menjadi korban kekerasan seksual sebelum dibunuh.

Hingga saat ini, Sabtu (21/9/2019), Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir, Riau, masih melakukan penyelidikan atas ditemukanya PI (16), pelajar kelas IX SMPN 4 Sintong Kecamatan Tanah Putih yang meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di bawah pohon di kebun rambung (karet-red) KM 3 Sintong, Jumat (20/9/2019) jam 11.00 WIB itu.

PI (16) adalah anak pasangan Sunardi dan Poniati, warga KM 2 Sintong. Ia hilang sejak Kamis (19/9/2019).

Syahrial, paman korban kepada awak media menyebutkan keluarga mengetahui setelah dapat informasi ditemukanya sesosok wanita tergeletak di kebun rambung (karet). ''Keluarga dapat kabar dari warga, pertama yang melihat Pak Kodri (50) buruh penyadap karet," sebut paman korban warga lainya, Sabtu (21/9/2019).

Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto Sik.MH melalui AKP Juliandi SH Sabtu (21/9/2019) saat dikonfirmasi seputar kasus ditemukanya PI (16) pelajar Kelas IX SMPN 4 Sintong Kecamatan Tanah Putih meninggal dunia secara mengenaskan Jumat (20/9/2019) lalu menyebutkan masih dalam penyelidikan kepolisian.

''Begitu dapat informasi, Polsek Tanah Putih dan Sat Reskrim Polres Rohil langsung ke TKP melakukan olah TKP dan penyelidikan, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk diotopsi," ucap AKP Juliandi SH.

AKP Juliandi SH menyebutkan kiranya masyarakat mendoakan agar misteri meninggal dunianya PI (16) dengan cara tak wajar tersebut dapat diungkap Polres Rohil dalam waktu dekat. ''Mohon doa dari masyarakat, tim Reskrim sedang bekerja untuk mengungkapnya,'' ucap AKP Juliandi SH.

Data dirangkum, PI ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan pakaian acak-acakan dari TKP Polisi mengamankan celana jean yang diikat ke lehernya, pakaian korban dan ada dugaan sebelum dibunuh terlebih dulu terjadi pelecehan seksual. ***