Home >  Berita >  Peristiwa

Balita yang Kekurangan Nutrisi Itu Akhirnya Dibawa Sekda Asahan ke Dokter Anak

Balita yang Kekurangan Nutrisi Itu Akhirnya Dibawa Sekda Asahan ke Dokter Anak
Kamis, 19 September 2019 22:37 WIB
ASAHAN- Balita berusia lima tahun bernama Ripki yang viral di media sosial karena kekurangan nutrisi akhirnya dibawa ke rumah sakit dan dokter anak setelah hal tersebut diketahui Sekretaris Daerah Asahan (Sekda) Taupik Zainal Abidin.

Balita itu diantar neneknya bernama Rahima. Di ruangan IGD dia sempat dijenguk oleh Sekda Taupik untuk melihat kondisi bocah terakhir ini.

Dokter Spesialis Anak, dr. Novaely SpA dengan sigap langsung memberi pelayanan dengan dibantu perawat di ruang ICU RSUD Kisaran. Ia juga menyampaikan setelah melakukan pemeriksaannya kepada wartawan.

“Anak ini mengalami mal (kekurangan,red) nutrisi. Penanganan yang kita lakukan saat ini bagaimana agar nutrisi anak ini tercukupi dulu. Kita rawat inap, minimal 2 hari ini. Nanti kita akan lakukan pemeriksaan darah dan air seninya,” ujar Novaely pada wartawan.
Ads

Amatan wartawan, di lokasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan (Sekda) Taufik Zainal Abidin S. Sos. MSi, usai dikabari jurnalis Asahan mendatangi Ruang ICU RSUD Kisaran untuk melihat langsung kondisi Rifki. Selain itu, Taufik ZA berpesan agar tetap kuat dan tabah, serta terus berdoa untuk kesembuhan cucunya itu.

“Ibu yang sabar ya, dan tetap berdoa. Untuk biaya perawatan cucu ibu nanti saya yang jamin, jangan khawatir,” ucap Taufik sembari mengelus tangan Rifki, yang sudah terpasang infus.

Sementara itu, saat diberitahu bila Rahima dan cucunya tidak memiliki tempat tinggal tetap, Taufik ZA didampingi Direktur RSUD Kisaran dr. Sapna seraya meminta izin untuk meninggalkan lokasi, kembali berjanji dan mengatakan, akan mengusahakan tempat tinggal yang layak bagi mereka.

“Terimakasih buat kawan-kawan jurnalis, yang sudah memberitahu saya soal ini. Untuk tempat tinggal ibu nanti saya akan tanyakan dengan Kadis Perkim, agar ibu bisa tinggal di rumah susun. Kalaupun tidak ada, nanti saya carikan rumah kontrakan,” kata Taufik ZA.

Rahima juga menambahkan saat di tanya para wartawan masalah tempat tinggalnya dan menjelaskan tentang keberadaan ibu/bapaknya.

“Mamaknya sudah meninggal 2 tahun lalu, saat dia (Rifki) umur 2,5 tahun dan Ayahnya gak tau di mana. Memang kalau saya kerja, dia saya tinggalkan di situ. Malam kami tidur di tempat anak saya. Saya gak mau nyusahkan anak anak saya yang lain. Jadi saya yang merawat dia,” kata Rahima sambil meninitihkan air mata.

Diakui Rahima, selama ini, bila Rifki menderita sakit, dirinya hanya memberikan obat yang dibelikan dari warung. *
www www