Operasi Kasih Sayang, Polres Belawan Jaring 21 Pelajar

Operasi Kasih Sayang, Polres Belawan Jaring 21 Pelajar
Jum'at, 23 Agustus 2019 06:33 WIB
Penulis: Dayat
BELAWAN-Polres Pelabuhan Belawan yang menggelar Operasi Kasih Sayang berhasil menjaring 21 pelajar dari warung internet (internet) Kamis (22/8/2019).

Puluhan pelajar yang diamankan tersebut terjaring petugas saat bermain warnet. Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan Lubis mengatakan, Kegiatan razia dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Selain mendukung program pemerintah dan meningkatkan SDM. Razia ini bertujuan untuk membuat pelajar tidak bolos sari sekolah serta mencegah kenalan remaja seperti aksi tawuran antar pelajar,” ujar mantan Kasubdit Indag Ditreskrimus Polda Sumut ini.

Dijelaskannya, pada pelaksanaan razia, petugas Sat Sabhara, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Binmas dikerahkan menyisir lima lokasi warnet di wilayah hukum Polres Belawan.
Ads

“Setelah menyisir warung Internet Jalan Marelan Raya Pasar III, Jalan Veteran Pasar IV Desa Helvetia Jalan Selebes, Belawan, Jalan Platina Marelan dan Kafe Jalan Ileng. Petugas berhasil mengamankan 21 pelajar sedang bermain mengenakan pakai seragam sekolah,” jelas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini.

Tak sampai disitu, Ikhwan menerangkan, selain mengamankan puluhan pelajar, petugas juga menyita barang bukti berupa celurit, gear motor lengkap dengan gesper, pisau cutter dan empat buah anak panah dari salah seorang pelajar.

“Usai diamankan, puluhan siswa beserta barang bukti selanjutnya langsung diboyong ke Mapolres Belawan untuk dilakukan pembinaan serta memanggil orang tua siswa untuk membuat surat pernyataan agar mengawasi dan mengontrol kegiatan anaknya,” terang orang nomor satu di Mapolres Belawan ini.

Ditambahkannya, terkait hal ini, bagi pemilik warnet himbau agar tidak menerima siswa sekolah bermain warnet dan tidak menyediakan situs porno.

“Kita juga mengimbau kepada pemilik warnet untuk tidak menerima siswa bermain warnet di saat jam belajar yang masih mengenakan seragam sekolah. Untuk kelanjutannya, pihak sekolah juga akan dipanggil agar lebih bisa mengontrol siswa-siswanya,” tandasnya.*
wwwwww