Soal Proyek Rabat Beton di Desa Aras Panjang

Kadis PMD: Nanti Kita Koordinasi Pihak Insfektorat Untuk Menilai Pekerjaan Tersebut Sesuai atau Tidak

Kadis PMD: Nanti Kita Koordinasi Pihak Insfektorat Untuk Menilai Pekerjaan Tersebut Sesuai atau Tidak
Proyek Pembangunan Rabat Beton TA. 2019, terlihat kondisinya diduga dikerjakan asal jadi dan kurang adanya pengawasan.
Selasa, 13 Agustus 2019 06:26 WIB
Penulis: Sugiono
SERDANG BEDAGAI-Soal pekerjaan proyek rabat beton tahun anggaran 2019, diduga adanya kurang pengawasan maupun tak sesuai prosedur yang terkesan dikerjakan asal jadi.

Pekerjaan tersebut berlokasi di Desa Aras Panjang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.Hal ini langsung di tanggapi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Sergai, H. Ikhsan kepada Gosumut."Terima kasih infonya, nanti kita tanyakan ke kepala Desa.Namun mengenai pekerjaan tersebut, nanti kami koordinasi dulu dengan insfektorat karena mereka yang bisa menilai pekerjaan tersebut sesuai atau tidak,"kata Kadis PMD, Ikhsan AP.

Saat disinggung awak media apakah pekerjaan tersebut sesuai prosedur sesuai papan infografis APBDes 2019 dengan pekerjaan tersebut ? Kadis PMD mengatakan, dalam infografis APBDes 2019 hanya tertera jumlah dana kegiatan pemeliharaan jalan(rabat beton) Rp 82.584.500,- tapi tidak terinformasikan berapa panjang dan lebar jalan.

"Kita nggak bisa menentukan apakah pekerjaan itu sesuai atau tidak karena itu bukan kewenangan Dinas PMD. Inspektorat yang bisa menyatakan itu,"pungkas Kadis PMD.
Ads

Seperti diberitakan sebelumnya, pekerjaan tersebut diduga kades aras panjang sudah menyalahi aturan prosedur dalam pekerjaan proyek rabat beton yang senilai puluhan juta.

Hasil sesuai papan infografis APBDes 2019 Desa Aras panjang tertulis adanya pekerjaan pemeliharaan jalan rabat beton dengan nilai sebesar Rp 82.584.000 juta. Bahkan dalam pekerjaan tersebut tidak ditemukan adanya plang proyek berapa jumlah pagu anggaran maupun jumlah panjang dan lebar. Sehingga diduga keras dalam pekerjaan tersebut adanya penyimpangan mutu dan kualitas dalam campuran material tersebut.

Namun setelah cek dan ricek dilokasi pekerjaan tersebut seharusnya pembangunan rabat beton bukan pemeliharaan jalan rabat beton karna pekerjaan tersebut dugaan bekas pekerjaan pembangunan PMPN.

Hal ini berdasarkan keterangan salah satu perangkat desa kepada Gosumut dilokasi yang secara kebetulan melintasi dilokasi dengan menggunakan sepeda motor Yamaha jupiter plat merah milik pemerintah desa.

"Ya ini pembangunan rabat beton tahun ini 2019 milik pemerintah desa aras panjang. Bukan dari pemkab sergai ataupun PUPR yang abang bilang," kata seorang perangkat desa.

Namun awak media menyinggung, bahwa pekerjaan proyek ini menimpa pekerjaan PUPR, perangkat desa pun langsung menjawab, "bukan bang, dulunya dibangun oleh PMPN, namun kalau pekerjaan PUPR kita tak tahu,"ungkap Perangkat Desa yang tak mau disebutkan namanya diawak media.*
wwwwww