Atasi Karhutla, Menteri KLHK, Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri Tiba di Riau

Atasi Karhutla, Menteri KLHK, Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri Tiba di Riau
Panglima TNI, Kapolri, Menteri LHK, dan Kepala BNPB disambut Gubernur Riau. (Ganda)
Senin, 12 Agustus 2019 20:28 WIB
Penulis: Rizky Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Sejumlah pejabat tinggi negara seperti Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Menteri KLHK, Siti Nurbaya dan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, tiba di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (12/8/2019).

Menurut Panglima TNI Hadi Tjahjanto, kedatangannya bersama rombongan ke Riau kali ini, adalah bagian dari tugas negara, terkait dengan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.

"Saya, Pak Kapolri, Bu menteri dan kepala BNPB, ingin mendengar serta menerima informasi dari Gubernur Riau Syamsuar, dan BMKG wilayah Riau terkait dengan jumlah titik api, serta bagaimana progres upaya pemadaman api," ujarnya, saat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.

Menurtut Hadi, setelah pihaknya mendapat informasi dari BMKG, kemungkinan untuk membuat hujan buatan, menjadi solusi dalam mengatasi kebakaran lahan di Riau.

Ads
"Curah hujana akan kita kelola, kemungkinan ada potensi pembuatan modifikasi cuaca hujan pada bulan awal oktober," tandasnya.

Artinya kata Panglima, saat ini masih diupayakan pemadaman dengan berbagai alat manual dan menggunakan water bombing.

"Jadi sambil menunggu Oktober, kita masih melakukan pemadaman dengan pengeboman air. Tapi kita ada sedikit kendala, karena lokasi kebakaran dan pengambilan air itu cukup jauh, jadi kita upayakan juga pengeboman air dengan menggunakan pesawat hercules," tegasnya.

Selain itu katanya lagi, pihaknya dengan rombongan, juga akan meninjau langsung wilayah-wilayah yang terdampak kebakaran.

"InsyaAllah selama dua jam kita akan ke lokasi, kemudian kita akan mendarat ke Langgam. Kita upayakan dalam beberapa minggu ini kebakaran bisa teratasi," ujarnya.

Menutup sesi wawancara, Panglima TNI juga menegaskan, akan kembali mengirim pasukan dari Kostrad, guna membantu pemadaman sekaligus membantu pihak kepolisian dalam penegakan hukum.

"Intinya kita bekejasama dengan Polri, akan mengusut dan mencari para pelanggar hukum. Jika kedapatan di lokasi kita akan langsung tangkap dan memprosesnya," pungkasnya. ***
Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww