Aliansi Selamatkan Hutan Batangtoru Soroti Pembangunan PLTA dan Tambang Emas Martabe

Aliansi Selamatkan Hutan Batangtoru Soroti Pembangunan PLTA dan Tambang Emas Martabe
Selasa, 09 Juli 2019 15:43 WIB
Penulis: Fatih
MEDAN - Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Selamatkan Hutan Batangtoru melakukan aksi demo di Konsulat Jenderal (Konjen) China Jalan Walikota Medan, Selasa (9/7/2019) siang tadi.Dalam aksinya yang cuma beberapa menit itu, mereka keberatan dengan pengerusakan hutan di Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Provinsi Sumatera Utara. Di mana, di sana dibangun proyek PLTA Batangtoru dengan kapasitas 510 megawatt. Mereka menilai, keberadaan PLTA ini berada di 4 zona patahan bumi yang dikhawatirkan ketika akan terjadi gempa dan berdampak pada masyarakat.

Belum sempat tuntas menyampaikan orasinya, aksi mereka langsung dihentikan petugas keamanan dari satuan Brimob yang kebetulan melintas di lokasi. Hal ini terjadi dikarenakan massa tidak memiliki izin.

Sementara itu, Koordinator Aksi Aliansi Selamatkan Hutan Batangtoru, Rony Y Azhari menjelaskan, hutan Batangtoru ini memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan merupakan harta karun Provinsi Sumatera Utara. Maka dari itu, penolakan terhadap perusahaan perusak lingkungan harus dilawan. Salah satunya pembangunan PLTA Batangtoru yang berdampak buruk terhadap keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Makanya pemerintah harus berani mengambil sikap yang tegas untuk segera menghentikan perusahaan perusak lingkungan.

Ads
"Belum lagi terkait Amdal yang bermasalah. Yang salah satu tim penyusun Amdal Bang Onrizal udah jelas mengatakan bahwa tanda tangan beliau dipalsukan. Lantas kenapa Amdalnya saja masih penuh dengan tanda tanya besar, kenapa PLTA ini masih dilanjutkan pembangunannya," tanya Rony.

Di lain sisi, Rony menyebutkan adanya spesies orangutan baru yang dberi nama Orangutan Tapanuli dan sudah diakui dunia. "Ini spesies langka. Yang kita khawatirkan, pembangunan PLTA Batangtoru akan terjadi pengerusakan lingkungan besar-besaran

Selain itu, mereka juga akan bersikap soal keberadaan PT Agincourt Resources, tambang emas Batangtoru yang juga merupakan areal habitat orangutan Tapanuli. Begitu juga dengan pembuangan limbah.

"Di mana, pengakuan masyarakat, bahwa setelah tambang emas Martabe membuang limbahnya ke sungai Batangtoru, iIkan-ikan di sana, jarang sekali nelayan dapat hasil yang banyak setelah tambang emas itu membuang limbahnya ke sungai Batangtoru," bebernya.

"Tapi secara khusus hari ini kita menyoroti persoalan PLTA Batangtoru," ungkapnya.

Dalam aksi menolak kampanye pembangunan PLTA dan dalam momentum hari bumi sedunia, mereka menyoroti pembangunan PLTA Batangtoru dan meminta pemerintah daerah dan pusat lebih mempertimbangkan pembangunan PLTA Batangtoru ini daripada ke depan lebih berdampak buruk bagi tatanan kehidupan, dikarenakan lokasi PLTA berada dalam zona gempa.

Editor : Fatih
Kategori : Gonews Group, Umum, Peristiwa, Sumatera Utara, Medan
www www