Polres Labuhanbatu Siap Kawal 'Pembersihan' Begu Ganjang

Polres Labuhanbatu Siap Kawal Pembersihan Begu Ganjang
Kamis, 23 Mei 2019 14:34 WIB
Penulis: Penry Nababan SH

LABUHANBATU - Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang melaksanakan pertemuan atas permasalahan isu adanya begu ganjang di Desa Selat Besar, Kamis (23/5/2019) sekira pukul 09.50 di Balai Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir.

Kehadiran Kapolres ini tak lain untuk menenangkan warga. Pasalnya, persoalan isu begu ganjang ini berakhir ricuh dan anarkis. Maka dari itu, Kapolres mengajak warga untuk realistis dan tidak mengangkat permasalahan begu ganjang terhadap sesuatu yang telah menimpa warga lainnya.

Dihadapan warga, Kapolres berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan isu yang berkembang terutama isu begu ganjang. Pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelaku berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan.

"Apabila ada yang dicurigai meninggal tidak wajar, agar keluarga korban melaporkan dan meminta utk diautopsi. Kepolisian tidak mau ada opini yang dibangun oleh sekelompok orang untuk maksud dan tujuan tertentu," tegasnya.

Ads
Sebelumnya, perwakilan masyarakat , Horas Tamba menerangkan, bahwa masyarakat sudah resah atas permasalahan yang timbul belakangan ini di desa. Dalam waktu dekat ini mereka berencana akan melakukan 'pembersihan' kampung guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Apabila pendeta yang hadir saat ini mampu dan bersedia untuk membersihkan kampung ini, masyarakat sangat senang. Masyarakat tidak ada menunduh seseorang, namun semua diserahkan kepada paranormal ataupun orang pintar yang menunjuk siapa tersangkanya," bilangnya.

Untuk itu, dia meminta agar warga tidak anarkis apabila telah diketahui tersangkanya oleh paranormal atau orang pintar.

"Kami juga meminta kepada pihak keamanan untuk mengawal kegiatan pembersihan di kampung kami ini," pintanya.

Sementara itu, Robinson Sitorus membeberkan bahwa saudaranya sudah meninggal dunia diduga karena begu ganjang. Sebelum meninggal, korban sudah dibawa ke dokter, tapi dokter mengatakan tidak mampu dan menyarankan agar dibawa ke dukun

Dirinya pun sepakat dengan rencana pembersihan di kampung mereka terkait begu ganjang ini. Masyarakat juga sudah diimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap tersangka begu ganjang.

"Kegiatan pembersihan adalah dasarnya kesepakatan masyarakat dan merupakan suatu tradisi adat dan karena itu meminta kepada pihak keamanan untuk mengawal prosesi pembersihan. Seluruh masyarakat akan menjadi penangung jawab atas permasalahan nantinya yang akan timbul," terangnya.

Sementara itu, Sintua HKBP Simpang Ajamu, Batahan Sitorus Pane mengpresiasi kehadiran Kapolres dan menangani secara langsung permasalahan yang telah terjadi di desa mereka.

"Kami juga telah membuat kesepakatan sebanyak 11 point dan dibuat berdasarkan adat istiadat. Hasil kesepakatan diusulkan kadus kepada kades, namun kades tidak setuju dan diarahkan untuk disampaikan ke muspika," ucapnya.

Menurut dia, rencana pembersihan ini tidak ada menuduh seseorang, namun hanya untuk melakukan pembersihan saja yang dilakukan paranormal dan tidak ada dipanggil berulang-ulang.

"Secara hukum memang tidak dapat dibuktikan karena hal yang gaib dan menyangkut paranormal. Saat ini juga kami meminta kepada Kapolres untuk memberikan ijin memanggil paranormal untuk melakukan pembersihan dan berjanji tidak akan melakukan tindakan anarkis terhadap pelaku," ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, aparat keamanan tidak menyetujui kegiatan pembersihan dengan alasan adanya isu begu ganjang. Namun, apabila kegiatan dilakukan karena adat kebudayaan, pihak kepolisian akan mengawal dan mengamankan kegiatan pembersihan dengan menghadirkan pendeta.

Dalam pertemuan ini hadir pula Camat Bilah Hilir Bangun Siregar, Kapolsek Bilah Hilir AKP Hery Prasetyo, Kasat Samapta AKP Supriyanto, Waka Polsek Bilah Hilir Iptu K Manurung, Kanit Intelkam Ipda Rijaldi, Kanit Reskrim Ipda SM. L. Gaol, dan Kades Selat Besar Purwanto.

wwwwww