Banyak Korban Tewas di Peristiwa 21-22 Mei, Mardani: Satu Nyawa itu Mahal

Banyak Korban Tewas di Peristiwa 21-22 Mei, Mardani: Satu Nyawa itu Mahal
Kamis, 23 Mei 2019 20:19 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Mardani Ali Sera, menanggapi banyaknya korban tewas dalam insiden 21-22 Mei 2019.

Mardani, menegaskan mahalnya nyawa setiap orang. "Sedih karena nyawa manusia itu mahal," kata Mardani melalui jejaring Whatsaap, Kamis (23/05/2019) malam.

Ia mengatakan, setiap orang memiliki ceritanya sendiri. Baik sebagai Ayah dengan anak dan Istrinya, maupun sebagai anak dengan Ayah dan Ibunya. "Sebagai apapun, satu nyawa itu mahal,".

"Ayo semua pihak menahan diri! Plus cerdas. Jangan terprovokasi!," imbaunya.

Ads
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ini juga mendoakan agar semua korban dapat dipenuhi hak-haknya,"diurus jenazahnya, dicek sebab kematiannya dan bagi yang sakit ditanggung biaya pengobatannya,".

Sebelumnya, Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, per Kamis (23/05/2019) jumlah korban tewas terdata sebanyak 8 orang.

Mereka adalah:

1. Farhan Syafero, pria, 31 th. Alamat : Depok, Jabar. Meninggal di RS Budi Kemuliaan (jenazah dirujuk ke RSCM)Tanggal 22 Mei 2019.

2. M. Reyhan Fajari, pria, 16 th. Alamat : Jl. Petamburan 5, RT 010 RW 05, Tanah Abang, Jakarta Pusat.Meninggal di RSAL Mintoharjo Tanggal 22 Mei 2019.

3. Abdul Ajiz, pria, 27 th. Alamat : Pandeglang, Banten.Meninggal di RS PelniTanggal 22 Mei 2019.

4. Bachtiar Alamsyah, pria. Alamat : Batu ceper, Tangerang. Meninggal di RS PelniTanggal 22 Mei 2019.

5. Adam Nooryan, pria, 19 th. Alamat : Jl. Sawah Lio II Gg 3 No 6A RT 6 RW 1 Jembatan 5, TamboraMeninggal di RSUD TarakanTanggal 22 Mei 2019.

6. Widianto Rizky Ramadan, pria, 17 th. Alamat : Jl. Slipi Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi. Meninggal di RSUD Tarakan.

7. Tanpa Identitas, PriaMeninggal di RS DharmaisTanggal : 22 Mei 2019.

8. Sandro, pria, 31 thMeninggal di RSUD Tarakan Tanggal 23 Mei 2019 (pascarawat sejak 22 Mei 2019).

Jumlah ini belum termasuk info-info yang berseliweran di jejaring sosial. Termasuk soal sebab meninggal, perlu pendalaman medis secara resmi.

Oleh karenanya, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik saat meninjau korban di RS Tarakan Jakarta pada Rabu (22/05/2019) kemarin mengatakan, "Kita menginginkan kalau bisa memang ada autopsi. Tadi dokter bilang sudah tawarkan untuk diautopsi. Kalau bersedia ke RS Polri kan, karena RS Tarakan enggak ada kapasitas untuk autopsi, dia hanya forensik luar. Tapi kedua korban itu tidak bersedia," katanya.***
Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww