Kronologi Pecahnya Aksi Unjuk Rasa di Bawaslu

Kronologi Pecahnya Aksi Unjuk Rasa di Bawaslu
Rabu, 22 Mei 2019 01:36 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Selasa (21/05/2019) malam hari, massa aksi yang sebetulnya sudah diminta membubarkan diri oleh aparat keamanan, tetap bertahan separator Jl. M.H Thamrin, Jakarta Pusat, persis di hadapan gedung Bawaslu RI.

Sekira pukul 22.30 WIB, kawat berduri yang telah disiagakan dan membatasi massa dengan aparat keamanan, mulai bobol. Para anggota polisi yang siaga di dalam area gedung Bawaslu, berhamburan keluar gedung melalui gerbang akses sepeda motor dan bergantian melengkapi diri dengan tameng dari mobil yang terparkir di depan akses masuk motor tersebut, sekira pukul 22.35 WIB.

Massa pun mulai panik; sepeda-sepeda motor massa yang terpakir di perempatan Sarinah, mulai bergerak menjauh. Lalu lintas kendaraan dari arah Patung Kuda menuju Sarinah pun, sontak berbalik arah.

Sekira pukul 20.40 WIB, anggota polisi yang tadinya siaga di area Gedung Jaya, mulai keluar. Dan terdengar seruan di antara mereka, "Senjata! Senjata! (seruan untuk mulai mempersenjatai diri sesuai prosedur, red),".

Ads
Polisi terus berusaha memukul mundur massa. Termasuk ke arah pasar Tanah Abang, sekira pukul 22.50 WIB.

Pecahnya aksi terus berlangsung karena massa yang kembali maju ke arah lokasi. Hingga ada anggota massa aksi yang ditahan.

Upaya negosiasi pun dilakukan. Polisi sempat berjanji akan membebaskan anggota massa yang ditahan, asalkan massa mau membubarkan diri. Tapi massa bersikukuh melakukan perlawanan.

Polisi terus berusaha membubarkan massa termasuk dengan mengeluarkan peringatan. Peringatan kedua terpantau diserukan polisi sekira pukul 00.28 WIB, Rabu (22/05/2019) dini hari. Karena massa tak juga mundur, Polisi menembakkan gas air mata pada pukul 00.39 WIB, dan terus berulang ketika massa memprovokasi dengan lemparan-lemparan batu.

Polisi bermotor kemudian mulai masuk arena untuk memukul mundur massa pada pukul 00.59 WIB. Hingga berita ini dimuat, anggota massa yang diamankan petugas bertambah, namun belum bisa dipastikan jumlahnya.

Pantauan sementara, aksi unjuk rasa ini terkait dengan hasil rekapitulasi final KPU untuk Pemilu Serentak 2019. Pasangan Calon (Paslon) Jokowi-Maruf diputuskan memenangkan Pemilu Presiden.***
Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww