Waspadai Penyakit Monkeypox

Bandara Kualanamu Bersama KKP Maksimalkan Thermal Scanner

Bandara Kualanamu Bersama KKP Maksimalkan Thermal Scanner
Selasa, 21 Mei 2019 12:16 WIB
Penulis: Dayat
BELAWAN-Waspadai monkeypox, Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan memaksimalkan thermal scanner.

Tujuannya, untuk mendeteksi penumpang yang terindikasi tertular penyakit cacar monyet ( monkeypox virus) yang berasal dari Singapura.

Kordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu, dr. Sofyan Hendri, mengatakan, Bandara sebagai pintu gerbang pergerakan orang dan barang tentu mengantisipasi fenomena importasi penyakit Monkeypox.

“Untuk itu, kita memperketat pemantauan dan pengawasan penumpang dengan memasang dua alat thermal scanner di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal itu untuk memindai para penumpang guna mengantisipasi penyebaran penyakit virus Monkeypox melalui bandara,” ujar dr Sofyan Hendri, Senin (20/5/2019).
Ads

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Karantina dan Surveilan Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan, Rahmad Ramadhan Nasution, mengatakan, thermal scanner yang terpasang akan mendeteksi secara langsung penumpang yang bersuhu badan lebih dari 37,5o Celcius.

“Kami memasang alat thermal scanner di terminal kedatangan internasional Bandar Udara Kualanamu untuk mendeteksi penumpang dengan suhu tidak normal atau lebih dari 37,5o Celcius,” ujarnya.

Dia menyebutkan, apabila terdapat penumpang dengan suhu tersebut akan segera dibawa menuju ruang isolasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika telah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya adalah suspect Monkeypox, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Medan,” sebutnya.

Selain itu, Rahmad Ramadhan menambahkan, selain itu Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan juga meningkatkan pengawasan kedatangan orang dari Singapura dan Negara Afrika.

“Selain melakukan peningkatan pengawasan, kita juga menyiapkan ruang karantina/isolasi sementara. Serta menyiapkan alat pelindung diri atau APD dan melakukan koordinasi lintas sektor dan lintas program. Serta melakukan komunikasi informasi dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Diketahui, Monkeypox (MPX) atau yang biasa disebut cacar monyet ditularkan hewan terutama hewan pengerat yang mengandung virus Monkeypox (MPXV).

Penularan virus Monkeypox ini bisa terjadi melalui gigitan, cakaran dan kontak langsung dengan darah. Selain itu, bisa juga ditularkan lewat cairan tubuh atau lesi di kulit atau mukosa hewan dan mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik.*
wwwwww