Ditemukan Excavator Normalisasi Parit, Karyawan PTPN III Tanah Raja Tewas Membusuk

Ditemukan Excavator Normalisasi Parit, Karyawan PTPN III Tanah Raja Tewas Membusuk
Efendi Lubis alias Ifen saat ditemukan tewas membusuk. (GoSumut.com)
Senin, 06 Mei 2019 22:23 WIB
Penulis: Sugiono
SERGAI - Masyarakat dihebohkan dengan penemuan mayat jenis kelamin laki-laki dengan kondisi Membusuk disebuah parit Perkebunan PTPN III Tanah Raja, Saat alat Berat Excavator atau Beko melakukan Normalisasi, Tepatnya AFD V Dusun III, Desa Leberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai. Senin (6/5/2019) sekitar pukul 13:00WIB.Pantauan GoSumut.com di lokasi, Korban diketahui bernama Efendi Lubis alias Ifen (57) lajang tua bekerja sebagai Karyawan PTPN III Tanah Raja tinggal Perumahan Pondok Tengah, Dusun II, Desa Tanah Raja, Kecamatan Seirampah, Sergai.

Awalnya korban ditemukan supir Excavator atau Beko bernama Gio (40) warga Tanjung Pura, Kab.Langkat saat dirinya melakukan normalisasi parit perkebunan Kelapa Sawit milik PTPN III Tanah Raja.

Saat melakukan normalisasi tiba- tiba alat berat Excavator menemukan mayat jenis kelamin laki-laki dan 1 unit sepeda motor tanpa plat polisi jenis Suzuki Smash.

Ads
Kemudian supir Excavator menghubungi salah satu warga sekitar untuk menghubungi pihak kepolisian Polsek Teluk Mengkudu.

"Awalnya supir Beko kita mengetahui kalau di sendok alat berat ada sosok mayat jenis kelamin laki-laki dan satu unit kendaraan. Namun kita tidak tahu mayat tersebut warga mana karena kondisi mayat sudah membusuk dan mengeluarkan aroma," ucap Rian (19) kernet Beko kepada GoSumut.com di lokasi.

Warga yang melintasi di lokasi tersebut banyak yang tidak mengenal, karena mayat sudah membusuk. Namun lama -kelamaan warga mulai banyak berdatangan dan baru mengenali kalau mayat tersebut seorang karyawan PTPN III Tanah Raja. Kemudian pihak kepolisian Polsek Teluk mengkudu tiba dilokasi kejadian.

Senada dengan Rian, dikatakan Anto (40) karyawan PTPN III Tanah Raja, mayat yang ditemukan sopir alat berat Beko tersebut bernama Ahmad Efendi dengan panggilan Ifen yang merupakan karyawan perkebunan.

"Saya tahu persis kalau mayat tersebut bernama Ifen, karna saya tahu betul jenis kendaraan yang dipakainya," ucap Anto.

Menurutnya, korban seorang lajang tua dan tinggal sendiri di perumahan pondok tengah, kedua orang tua korban sudah meninggal dunia. Sehari-harinya bekerja sebagai pembersih kantor perkebunan tanah raja.

Ia menambahkan, baru dua hari yang lalu tepatnya pada hari Sabtu (3/5) ia jumpa dengan korban saat pergi bekerja pada pagi hari.

"Korban ini sosok perajin dan ramah, kemana dia pergi selalu menggunakan sepeda motor Suzuki smashnya. Namun kita belum tahu apa motif korban tewas, karena setahu saya kalau korban tidak mempunyai penyakit, korban sering pergi ke warung minum -minuman tuak. bisa jadi korban terjatuh ke parit," tandasnya.

Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP. JH. Tarigan dan Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP. Hendro Sutarno saat tiba dilokasi kejadian menjelaskan, korban telah telah diangkat dari dalam parit kebun berikut sepeda motornya.

"Namun setelah menunggu kedatangan Ambulance untuk membawa korban kerumah sakit guna dilakukan visum dan outopsi, datang keluarga korban H. Anwarsyam Nasution dan melarang jenazah untuk dibawa kemana -mana. Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan Visum ataupun outopsi," ujar Kapolsek.

Saat itu kata Tarigan, pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menerangkan bahwa korban selalu mabuk- mabukan.

"Keluarga korban menduga, kejadian tersebut akibat korban mabuk sehingga sewaktu mengenderai sepeda motornya masuk keparit dengan kedalam lebih kurang 2 meter dengan lebar kurang lebih 1 meter," urainya.

Atas permintaan keluarga korban tidak dilakukan Otopsi dan Buat pernyataan tidak bersedia di Otopsi, namun di lakukan Visum luar di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Korban dibawa kerumah korban di Pondok tengah Desa Tanah Raja Kec.Teluk Mengkudu," Pungkas Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP. JH. Tarigan.***

wwwwww