Sail Nias 2019 Terus Dimatangkan

Sail Nias 2019 Terus Dimatangkan
Surfing di Sorake. Net.
Rabu, 01 Mei 2019 21:00 WIB
Penulis: Faogomano Harefa
GUNUNG SITOLI - Ajang wisata bahari Sail Nias 2019 yang dijadwalkan berlangsung di Kepulauan Nias selama tiga bulan pada bulan Juli hingga September 2019 terus dimatangkan oleh pihak Panitia Pelaksana. Demikian amatan GoSumut.com di sejumlah tempat pelaksanaan di Kepulauan Nias, Rabu (30/4/2019) termasuk di Kota Gunung Sitoli.

Seperti diketahui, perhelatan Sail Nias 2019 bertema "Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Dunia" yang panitianya diketuai Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly akan menghadirkan 18 rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di lima kabupaten kota Kepulauan Nias. Mulai dari Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara.

“Puncak acara akan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2019 di Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, dengan beberapa rangkaian kegiatan yaitu Wonderful Nias Expo 2019, Kejuaraan Surfing International WS: QS 1500, Pagelaran Budaya dan Kesenian Kolosal dan Bakti Sosial Surya Baskara Jaya TNI AL,” kata Yasona Laoly kepada wartawan baru-baru ini.

Menurut Yasona Laoly, event Sail Nias 2019 menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nias yang sejak lama sudah dikenal ke mancanegara dengan daya tarik wisata alam dan budaya sebagai perpaduan  keindahan alam, bahari, dan budaya.

“Nias sejak lama dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman) sebagai salah satu destinasi surfing terbaik di dunia,” kata Laoly.

Sementara Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, Nias memiliki potensi wisata kelas dunia yakni sebagai lokasi surfing terbaik dunia yang juga memiliki daya tarik wisata sejarah (arkeologi) megalitikum yang hingga kini terawat dengan baik. 

Ads
"Sektor pariwisata Nias secara khusus oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya pada 19 Agustus 2016 lalu telah ditetapkan sebagai sektor unggulan selain perikanan dan kelautan,” kata Arief.

Arief menjelaskan, pengembangan pariwisata Nias telah didukung dengan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. Menurutnya, hal itu mempermudah wisatawan yang berkunjung, khususnya wisman yang dalam empat tahun terakhir ini rata-rata mencapai 240.000 orang per tahun.

Untuk aksesibilitas, kata Arief, Nias memiliki bandara yang setiap hari sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta, Medan, dan Padang. 

Arief lebih jauh mengatakan, Kepulauan Nias layak dikembangkan menjadi destinasi utama kelas dunia dan diproyeksikan pada 2024 akan dikunjungi 1 juta wisatawan. 

"Kunci untuk menjadi destinasi kelas dunia harus memiliki bandara internasional, dan ini telah dibuktikan di tempat lain yakni Banyuwangi pariwisatanya tumbuh 300 persen karena memiliki bandara internasional, begitu pula Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, pariwisata di sana sekarang tumbuh tiga kali lipat. Kita harapkan Binaka bisa ditingkatkan menjadi Bandara Internasional,” kata Arief.

Selain itu, Nias memilki atraksi wisata alam, budaya, dan buatan manusia antara lain Desa Bawomataluo menjadi ikon wisata budaya Pulau Nias dengan daya tarik tari Fataele dan Hombo Batu. Pantai Sorake dan Pantai Lagundri yang juga merupakan salah satu spot surfing terbaik di dunia.

Teluk Dalam menjadi destinasi diving dengan pantainya yang alami serta Desa Hilisao’oto yang memiliki Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan sebagai rumah bagi peradaban megalitikum yang hidup. "Keindahan Nias memang Rahmat Tuhan yang sangat luar biasa," pungkas Arief.***
wwwwww