Pementasan Monolog "Aku Harus Jadi Presiden " Pukau Warga Tanjungbalai

Pementasan Monolog Aku Harus Jadi Presiden Pukau Warga Tanjungbalai
Ketua DKTB Tanjungbalai Khuwailid Mingka (tengah nomor 8 dari kanan) berfoto bersama para seniman.
Senin, 22 April 2019 08:46 WIB
Penulis: Arsyad
TANJUNGBALAI-Pementasan monolog  Edminus Anderskor "Aku Harus Jadi Presiden ",karya Agus Susilo dari  teater Rumah Mata Medan berhasil memukau pasangan mata warga masyarakat Kota Kerang Tanjungbalai.

Monolog yang ditampilkan di halaman Sekretariat Dewan Kesenian Kota Tanjungbalai (DKTB) Sabtu malam (19/4/2019),tak hanya dihadiri penggiat seni, pelajar dan masyarakat umum tetapi juga turut andil menyaksikan pementasan tersebut.

Acara dihadiri Ketua DKTB Khuwailid Mingka yang akrab disapa Awang Sastrawan Kota Kerang Syamsul Rizal (Tok Laut),eks Ketua DKTB Zainul Arifin,para seniman hinterland Labura,Deli Serdang serta Medan dan lainnya.

Malam itu terlihat ratusan penonton  puas dengan pementasan monolog  yang  sangat jarang dijumpai di Tanjungbalai. Apalagi pementasan monolog memiliki tantangan tersendiri untuk melakoni. Karena mainnya tunggal sehingga harus lebih memahami naskah tentang kisah anak jelata ingin jadi presiden yang merupakan pesan moral yang intinya jangan pernah berhenti mengejar mimpi. Ketua DKTB Awang ,Minggu (20/4/2019), mengatakan,kehadiran Agus Susilo menjadi virus yang siap ditularkan kepada generasi muda untuk terus menggali potensi diri dan mengaktualisasikannya dalam sebuah karya seni.
Ads

"Sebagai pimpinan DKTB,ketika virus sudah kita tebarkan diminta keseriusan serta menghilangkan konteks berfikir lama,dan masukkan pola pikir yang baru.Karena dari dunia teater bisa menjadi sebuah penghasilan,"katanya.

"Teater harus dipublikasikan melalui DKTB dan mari kita berjuang demi genrasi yg baik. Pemko Tanjungbalai cukup membantu kita melalui dana hibah yang tujuannya untuk pengembangan bakat seni di Tanjungbalai,"ujarnya.

"Kita harus bisa bergerak diatas batas kemampuan. Untuk menggerakkan sebuah komunitas jangan dulu berharap job,tapi bagaimana kita bisa menciptakan job,dan intinya teater di Indonesia harus diperjuangkan,"ucap Agus Susilo.*
wwwwww