Berapa Sih Sebenarnya Jumlah DPT Pemilu 2019? Kok KPU Tak Mau Sebut Angka!!

Berapa Sih Sebenarnya Jumlah DPT Pemilu 2019? Kok KPU Tak Mau Sebut Angka!!
Ilustrasi. (net)
Senin, 15 April 2019 18:15 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar jumpa pers di Kantor KPU RI, Jakarta pada Senin (15/04/2019). KPU menjelaskan hasil penanganan aduan BPN 02 (Prabowo-Sandi) terkait adanya dugaan DPT bermasalah.Pertama, terkait temuan BPN 02 soal adanya 17,5 jutaan (17.553.229) pemilih diduga invalid karena kesamaan waktu (tanggal/bulan/tahun) kelahiran, KPU telah berkoordinasi dengan Dukcapil Kemendagri dan melakukan FGD dengan Ahli Demografi dan Statistik. KPU, juga telah melakukan verifikasi data dengan metode sampling.

"Dari total sampel 1.604 pemilih, sebanyak 1.405 (87,59%) ada dan data benar, 105 (6,55%) ada dan data diperbaiki, 74 (4,61%) ada dan data kependudukan belum cetak/hilang, 16 (1%) ada dan data tidak memenuhi syarat, 4 (0,25%) tidak ada dan data tidak memenuhi syarat," urai Komisioner KPU RI, Viryan Aziz.

Viryan lantas menegaskan, "data pemilih 17,5 juta adalah wajar dan apa adanya karena regulasi atau kebijakan catatan sipil. Temuan lapangan menguatkan; 1.584 (98,75%) terverifikasi faktual ada orangnya, dan 20 sampel (1,25%) tidak ada orangnya dan telah dicoret.

Ads
Ada juga perbaikan ketik dan pencoretan DPT terhadap pemilih berusia unik sejumlah 325.357 pemilih (lebih dari 90 tahun sebanyak 304.782 dan dibawah 17 tahun sebanyak 20.475).

Adapun data diduga invalid yang terkait dengan NKK (Nomor Kartu Keluarga), dipastikan KPU telah diperbaiki karena hanya disebabkan kesalahan ketik (entry data).

Demikian juga dengan data diduga ganda sejumlah 6.169.895 pemilih per 1 Maret 2019, dimana 3.165.093 adalah yang dilaporkan BPN 02 pada 15 Maret 2019, didapati temuan sebagai berikut:
1) sebanyak 2.673.855 pemilih dengan NIK dan NKK utuh.
2) sejumlah 213.892 data yang terduplikasi lebih dari 1 kali seperti pemilih atas nama Nurhayati yang terduplikasi menjadi 1.050 pemilih dan atas nama Junaidi yang terduplikasi menjadi 705 pemilih, dipastikan Viryan bahwa, sebanyak 2.536.112 dari 2,6 juta DPT ganda yang dilaporkan, dipastikan bukan merupakan data dari KPU RI.

Dan data pemilih diduga ganda sejumlah 137.743 dengan rincian 74.464 NIK ada dalam DPTHP-2 dan 63.279 dipastikan tidak ada dalam DPTHP-2 yang ditetapkan KPU.

"Peneyelesaian akhir di 34 Provinsi, KPU sudah melakukan perbaikan data sebanyak 944.164 pemilih dan pencoretan data sebanyak 470.331 pemilih," kata Viryan.

Saat ditanya sederhana, "Jadi berapa sebenarnya jumlah DPT akhir Pemilu 2019?", tanpa menyebut angka pasti, Viryan menjawab, "DPT fixnya jadi tetap seperti itu 190 juta,".

GoNews Grup lantas melanjutkan pertanyaan serupa ke Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid yang juga duduk bersama Viryan saat jumpa pers. Mas Pram, juga menyatakan senada, bahwa DPT akhir adalah DPTHP-3.

Sementara itu, melalui sambungan telepon, GoNews Grup mengkonfirmasi jumlah DPTHP-3 kepada Sekretaris Bapillu PBB, Aji Martono, untuk mendapatkan angka pasti jumlah DPT akhir pemilu 2019, diharapkan Aji bersedia berbagi berita acara Pleno tertanggal 08 April 2019 yang menetapkan DPTHP-3.

"Nggak ada, nggak ada Berita Acara yang kami terima atau yang kami tandatangani sebagai hasil Pleno DPTHP-3," kata Aji.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww