Home > Berita > Umum

Referendum Ekonomi 02 dan Jebakan 5% Ekonomi Jokowi Versi Sandi

Referendum Ekonomi 02 dan Jebakan 5% Ekonomi Jokowi Versi Sandi
Minggu, 14 April 2019 01:20 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno, kembali menyebut soal referendum ekonomi. Kali ini dalam pemaparan visi misinya di Debat Kelima Pilres 2019, Sabtu (13/04/2019)."Kaum Ibu, Emak-emak, milenial-anak muda, Bapak-bapak petani, nelayan, guru honorer, para pekerja, semua menginginkan tema hari ini yaitu tema ekonomi," kata Sandi dalam acara debat yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, itu.

Mereka yang disebut itu, adalah mereka yang menjadi objek jajak pendapat soal ekonomi dalam kunjungan keliling nusantara yang disebut Sandi berjumlah 1550 titik selama hampir 8 bulan.

"Kita sebut sebagai referendum ekonomi," kata Sandi.

Ads
Temuan besarnya, pertumbuhan ekonomi era Jokowi belum dirasakan oleh masyaraka, "karena lapangan pekerjaan belum tercipta,".

"Pertumbuhan 5% yang sekarang, kita sebut sebagai jebakan 5%," kata Sandi.

Jebakan 5% ini, kata Sandi, dikeluhkan oleh Ibu Nurjanah, salah satu pedagang di pasar tradisional di Langkat, Sumatera Utara. Kata Sandi, Ibu Nurjanah menyatakan bahwa, "sepi sekarang pembeli yang datang ke tokonya yang ada di pasar tradisional,".

Kami, pungkas Sandi, merasa bahwa ekonomi harus bertumbuh dengan memberi kesempatan membuka lapangan kerja dan memastikan harga-harga bahan pokok terjangkau.

"Sehingga beban hidup terutama yang dirasakan oleh ibu-ibu, masyarakat, tidak membebani," pungkasnya.

Sehari sebelum gelaran debat, Sandi juga sempat menyebut hal serupa; referendum ekonomi dan jebakan 5%. Hal yang luput dari pemerintahan Jokowi, kata Sandi, "Kemarin ini pemerintah membangun infrastruktur, lupa membangun industri manufakturnya. Dan Sektor yang sangat dibutuhkan sekarang juga adalah perumahan,".

Hal itu disamlaikan Sandi usai meresmikan Rumah Siap Kerja di Jalan Pipa Reja, Kemuning Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (12/04/2019).

Menurut Sandi, dengan membangun perumahan untuk masyarakat, akan tercipta efek berlapisnya dalam penciptaan lapangan kerja yang lebih konkret.

"Kami menargetkan juga ada pemotongan biaya yang dikeluarkan masyarakat dengan harga bahan pokok yang lebih murah, harga listrik lebih murah. Kami menargetkan 20 persen potongan biaya (kebutuhan-sehari-hari), sehingga setiap keluarga bisa menabung hingga Rp18 juta per tahun, atau Rp50 ribu per hari, dan sebulan Rp1,5 juta," paparnya.

"Bersama Prabowo-Sandi, kita yakin 2 tahun pertama dengan fokus kita pada revitalisasi beberapa sektor," ujar Sandi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Umum, Pemerintahan, Politik
wwwwww