Hadiri Pelantikan Pengurus POGI Sumut

Peran Aktif Dokter Kandungan Turunkan AKI dan AKB

Peran Aktif Dokter Kandungan Turunkan AKI dan AKB
Minggu, 14 April 2019 11:18 WIB
Penulis: ril
MEDAN-Kehadiran dan peran aktif dokter kandungan dapat menurunkan angka kematina ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Karena itu, dokter kebidanan dan penyakit kandungan merupakan satu profesi pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Musa Rajekshah saat menghadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sumatera Utara (Sumut) periode 2018-2021 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Sabtu (13/4/2019).

AKI Indonesia, kata Wagub, mencapai 305/100.000 kelahiran hidup.

Ads
Angka ini merupakan hasil survei penduduk antar sensus 2015.

Sehingga pemerintah berupaya melakukan intervensi struktural dengan mencantumkan target penurunan AKI dan AKB dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. “Target pemerintah untuk terus menurunkan AKI/AKB, salah satunya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor dengan berbagai bidang keahlian,” ujar Wagub.

Karena itu, lanjut Wagub, diperlukan kerja sama yang sinergis antara Puskesmas, Posyandu, Dokter Spesialis Anak serta Dokter Ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan.

Semuanya diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program pemerintah tersebut melalui pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu serta bermartabat. “Untuk itu kami berharap agar organisasi POGI Sumut dapat berperan aktif meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan. Misalnya dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah untuk mengasah ilmu dan keterampilan dokter-dokter kebidanan dan penyakit kandungan,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Bang Ijeck.

Selain peningkatan mutu dan mempertahankan standar pelayanan di rumah sakit maupun praktik pribadi, Wagub menekankan pentingnya pengawasan terhadap layanan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan kepada masyarakat atau pasien.

Hal ini agar praktiknya tetap berpedoman pada nilai-nilai luruh etika kedokteran. “Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara sangat mendukung pelantikan pengurus POGI Sumut ini dengan harapan dapat meningkatkan mutu dokter spesialis ini. Kepada pengurus lama saya ucapkan terimakasih atas dedikasinya selama ini,” sebut Ijeck.

Sementara Ketua Pimpinan Pusat POGI, dr. Ari Kusuma Januarto SPOG (K) menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Wagub Sumut Musa Rajekshah pada acara pelantikan tersebut.

Hal itu disampaikannya usai melantik Ketua POGI Cabang Sumut periode 2018-2021 Prof dr. Delfi Lutan M.Sc SPOG (K).

Hadir juga di antaranya Ketua Dewan Pembina Pusat POGI dr. Nurdadi Saleh SPOG, Sekretaris Dewan Pembina Pusat dr H Tengku Mirza Iskandar SPOG (K), Mantan Ketua POGI Cabang Sumut Prof Budi Hadi Broto SPOG, Ketua IDI Sumut dr Edi Ardiansyah SPOG (K), Direktur Pelayanan Medik RSUPH Adam Malik dr Zainal Sapri SPPD, serta para pengurus POGI Sumut.

Sementara Wagub didampingi Kadis Kesehatan Sumut Agustama.
wwwwww