Kampanye Terbuka Perdana, Bawaslu: Kubu Jokowi dan Prabowo Tak Patuh Aturan

Kampanye Terbuka Perdana, Bawaslu: Kubu Jokowi dan Prabowo Tak Patuh Aturan
Senin, 25 Maret 2019 13:10 WIB
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) menemukan beberapa hal yang dilarang yang muncul pada hari pertama kampanye terbuka capres-cawapres, Minggu (24/3/2019).Fenomena itu ditemukan dalam kampanye terbuka kedua pasangan calon, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sejumlah hal yang dilarang misalnya keterlibatan anak-anak dalam kampanye. "Kami lihat bahwa dari catatan itu, kedua paslon sama-sama melakukan beberapa hal yang dilarang, tidak patuhlah. Misalnya masih ada anak-anak di dalam kampanye. Padahal itu kan tidak sesuai dengan komitmen kita," kata Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar saat dikonfirmasi, Senin (25/3/2019).

Selain itu, Bawaslu juga menemukan ada beberapa pejabat yang menggunakan fasilitas negara saat kampanye. Beberapa pejabat ini menggunakan mobil milik negara saat menghadiri kampanye.

Ads
Ketidakpatuhan lainnya, dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta beberapa alat peraga yang bukan merupakan alat peraga partai politik. Fritz mengatakan, temuan-temuan ini muncul di lokasi kampanye Jokowi-Ma'ruf di Banten, dan lokasi kampanye Prabowo di Manado.

"Temuannya ini kan di Banten dan Manado. Yaa langsung ditindaklanjuti di daerah, sebab terjadi di daerah," ujar Fritz.

Dengan adanya temuan ini, Fritz mengimbau supaya seluruh peserta pemilu dan pihak-pihak yang ingin menghadiri kampanye terbuka patuh pada aturan yang berlaku.

"Kami minta kepada semua peserta pemilu harus sesuai semuanya sama peraturan yang berlaku. Sama dengan materi dan penyampaian tata cara di rapat umum," kata dia.

Metode kampanye terbuka dimulai Minggu (24/3/2019). Capres nomor urut 01 Joko Widodo memulai kampanye dalam acara peresmian MRT di Jakarta. Selanjutnya, kampanye dilanjutkan di Kota Serang, Banten, Minggu sore.

Sementara itu, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto memulai kampanye terbuka di Manado, Sulawesi Utara.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:kompas.com
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww