Kampanye Terbuka Perdana Jokowi-Ma'ruf, Mega tak Hadir

Kampanye Terbuka Perdana Jokowi-Maruf, Mega tak Hadir
Ilustrasi.
Minggu, 24 Maret 2019 20:08 WIB
JAKARTA - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri tak akan hadir dalam kampanye perdana pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dalam kampanye tersebut, Megawati diwakilkan Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto."Bu Mega tidak hadir dalam kampanye pembukaan jadi diwakilkan saya sebagai Sekjen dan juga Bapak Pramono Anung serta beberapa kader-kader partai lain," kata Hasto Kristiyanto di Jakarta, Ahad (24/3).

Kampanye perdana PDIP dilakukan dilakukan di alun-alun kota Tangerang. Hasto mengatakan, kegiatan itu juga akan diramaikan oleh hidangan promosi kuliner nusantara. Hasto melanjutkan, acara juga akan diramaikan oleh tiga kendaraan hias yang mencerminkan Pancasila, pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"PDIP bersama seluruh koalisi Indonesia kerja berdiri kokoh untuk mendukung Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin," katanya.

Ads
Sementara, Banten menjadi daerah pertama bagi pasangan calon Jokowi-Ma'ruf Amin dalam melakukan kampanye terbuka. Kedua kandidat kepala negara itu akan tampil bersamaan untuk melakukan kampanye di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang Banten.

Hasto mengatakan, tim pemengan paslon 01 berniat untuk memperkuat suara Jokowi-Ma'ruf di kawasan tersebut. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) itu melanjutkan, Banten merupakan asal dari cawapres Ma'ruf.

"Sehingga dengan bekerjasama dengan partai koalisi kami akan semakin optimis dengan memberikan sentuhan pertama ini Pak Jokowi dan ma'ruf Amin akan menang tebal dan tentu saja diikuti oleh partai koalisi Indonesia kerja lainnya," katanya.

Seperti diketahui, masa kampanye politik dan iklan kampanye pemilu terbuka akan dimulai Ahad (24/3) hingga 13 April 2019. Bawaslu meminta para peserta Pemilu 2019, yaitu 16 partai politik dan pasangan capres-cawapres mengedepankan adu gagasan dan program.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:repulika.co.id
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww