Tidak Buang Sampah Sembarangan Bentuk Kesiapsiagaan Bencana

Tidak Buang Sampah Sembarangan Bentuk Kesiapsiagaan Bencana
Muhammad Ridwan Kasubbid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provsu.
Rabu, 20 Maret 2019 15:07 WIB
Penulis: Zul Marbun
MEDAN - Tidak membuang sampah secara sembarangan merupakan salah satu dari bentuk kesiapsiagaan terhadap suatu bencana.

Hal itu dikemukakan Muhammad Ridwan Kasubbid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provsu kepada GoSumut.com di kantornya Jalan Medan-Binjai Km 10,3, Rabu (20/3/2019).

Lebih lanjut dikemukakan Ridwan, bencana bisa timbul sebagai akibat dari kecerobohan manusia seperti membuang sampah ke saluran air.

"Jika semua manusia membuang sampah ke saluran air, maka saluran akan tumpat dan bisa menimbulkan banjir. Jika banjir terjadi maka bisa disebut bencana apabila daya rusak yang ditimbulkan merugikan banyak orang," jelasnya.

Karena itu, Ridwan mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan. "Mari kita membuang sampah secara tertib pada tempat yang telah disediakan. Lebih baik lagi apabila sampah yang diperoleh terlebih dahulu dipilah antara sampah basah dan kering. Dengan pemilahan itu akan memudahkan petugas atau pemulung dalam memanfaatkan atau mendaur ulang sampah menjadi bermanfaat. Sampah basah seperti sisa makanan dan sayuran bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah kering seperti plastik bisa didaur ulang atau diolah menjadi bahan kerajinan tangan," papar Ridwan yang juga pemerhati lingkungan itu.

Ads
Pentingnya menjaga lingkungan di sekitar kita merupakan bentuk kesiapsiagaan terhadap bencana juga sebagaimana termaktub dalam buku "Ayo Siaga Bencana" yang diterbitkan BPBD Provsu.

Dalam buku "Ayo Siaga Bencana" itu, kata Ridwan, ada disebutkan Mitigasi mengurangi Dampak Banjir. Antara lain dengan tidak membuang sampah ke Sungai atau saluran. Kemudian tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai atau di kawasan banjir. Selain itu mengurangi aktivitas di bagian sungai yang rawan banjir.

Sedangkan mitigasi mengurangi dampak banjir yang penting dilakukan, kata Ridwan, adalah penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai dengan fungsi lahan, serta program penghijauan daerah hulu sungai.

Hal yang juga penting diperhatikan dalam siaga bencana ini, kata Ridwan, senantiasa melakukan upaya kesiapsiagaan secara bersama-sama. "Seperti dalam menghadapi banjir, masyarakat harus melakukan tindakan antisipasi, serta selalu siap dan tangguh dalam menghadapi bencana," pungkas Ridwan.***
www www