BI Resmikan Kas Keliling dan Penukaran UPK di sejumlah Bank

BI Resmikan Kas Keliling dan Penukaran UPK di sejumlah Bank
Simbolis Peresmian kas keliling dengan perbankan dan PD Pasar Kota Medan di Kantor BI Sumut Jalan Balaikota Medan, Kamis (14/3/2019).
Jum'at, 15 Maret 2019 08:54 WIB
Penulis: Anita
MEDAN- Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) melakukan kick off (peresmian) kas keliling bersama dan penukaran uang pecahan kecil (UPK) bekerjasama dengan perbankan dan PD Pasar Kota Medan di Kantor BI Sumut Jalan Balaikota Medan, Kamis (14/3/2019).

Direktur KPw BI Sumut, Andiwiana S menyebutkan, berdasarkan survei kelayakan uang (soil level) di Sumut pada semester II tahun 2018 diperoleh hasil soil level 11,73 (UPB) dan 7,89 (UPK) di bawah rata-rata nasional dan turun dari semester I yakni 12,27 (UPB) dan 8,8 (UPK) dari skala 1-16.

"Perbankan sebagai garda terdepan diharapkan untuk ikut serta meningkatkan distribusi UPK kepada retailer, pasar tradisional dan masyarakat umum baik melalui mekanisme penarikan atau penukaran. Hal ini dalam rangka menjaga kelancaran transaksi pembayaran dan mendukung clean money policy di wilayah Sumut khususnya di Kota Medan," pungkasnya.

Layanan penukaran, sambungnya, dilakukan di 70 loket kantor bank dengan modal Rp308 juta per loket  per hari layanan dan layanan kas keliling bersama dengan modal Rp370 juta/mobil yang akan dilaksanakan oleh delapan bank. Diantaranya, BRI, Mandiri, BNI, Permata, CIMB Niaga, Maybank, BRI Syariah dan BJB.
Ads

"Kas keliling hadir di delapan pasar di Kota Medan, yakni Pusat Pasar, Pasar Petisah, Pasar Bakti, Pasar Sukaramai, Pasar Simalingkar, Pasar Titipapan, Pasar Titikuning dan Pasar Sambas. Jadwal penukaran di loket bank maupun kas keliling di pasar dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB," tuturnya.

Ia berharap, dengan terjalinnya sinergi antara BI, Perbankan dan PD Pasar Kota Medan, penyediaan uang kartal kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar dapat terwujud lebih optimal serta dapat mewujudkan Sumut bebas uang lusuh.

Perwakilan dari PD Pasar Kota Medan, Osman Manalu menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, dengan program penukaran itu, uang yang berada di masyarakat semakin layak edar.

"Apalagi uang tidak layak edar (UTLE) paling banyak berasal dari pasar. Kita juga telah berikan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang bagaimana menjaga uang rupiah dengan baik. Antusiasme mereka pun sangat besar," tandasnya.

Wakil Pimpinan Wilayah BRI Medan, Timbun Hutabarat menyebutkan, UTLE yang diterima BRI setiap harinya cukup besar. Didominasi UPK pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp1.000.*
wwwwww