Kaban BPBD Sergai Enggan Komentar Terkait 23 Rumah Warga Cilawan Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Kaban BPBD Sergai Enggan Komentar Terkait 23 Rumah Warga Cilawan Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Kamis, 14 Maret 2019 18:24 WIB
Penulis: Sugiono
SERGAI-Tupoksi dan tugas untuk menangani bencana didaerah Kabupaten Serdangbedagai terbilang buruk. Pasalnya ketika awak media melakukan konfirmasi Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SerdangBedagai (Sergai) tentang bencana angin puting beliung Pihak BPBD enggan memberikan komentar.

Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 23:00 WIB malam wilayah Kabupaten Serdangbedagai khususnya di Desa Cilawan, Kecamatan Pantai Cermin diterjang angin puting beliung yang mengakibatkan sebanyak 23 unit rumah permanen dan semi permanen rusak berat akibat diterjang angin puting beliung.

Ironisnya saat awak media melakukan konfirmasi melalui via telepon maupun via whatsApp berulang kali, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai Hendri Suharto tidak samasekali memberikan komentar.

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Silaturahim Mahasiswa Serdangbedagai, Abdul Salim Spd kepada Gosumut, Kamis (14/3/2019) angkat bicara.
Ads

"Seharusnya sebagai tupoksi dan tugas harus cepat tanggap untuk memberikan informasi musibah tersebut kepada awak media, Karena media tersebut merupakan media yang memberikan informasi kepada masyarakat, namun bagaimana kalau pihak dinas terkait tidak memberikan komentar gimana masyarakat akan mengerti musibah tersebut , Baik itu masalah bantuan, dan masalah posko pengusian," ucap Abdul Salim.

Ia menambahkan bencana angin puting beliung merupakan bencana yang dapat dikatakan dahsyat dan seringkali banyak memakan korban jiwa serta harta benda. "Kita harus waspada ketika ada bencana angin puting beliung dengan menghindari pepohonan, karena bisa saja pohon yang ada di dekat kita tumbang," ujarnya.

"Harapan kedepan kepada pemerintah yang menangani di bidang kebencanaan harus sigap dan tanggap karena ini menyangkut masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah,"pungkas Abdul Salim.

Tidak ada korban jiwa dengan peristiwa tersebut namun kerugian keseluruhan ditaksir ratusan juta. Sampai saat ini korban mengungsi keluarganya yang berada di desa tersebut.*
wwwwww