Terkenal Licin, Mandor Kontraktor Kebun Akhirnya Tertangkap Tangan Curi TBS

Terkenal Licin, Mandor Kontraktor Kebun Akhirnya Tertangkap Tangan Curi TBS
Sabtu, 09 Februari 2019 23:23 WIB
Penulis: Pendry Nababan SH

LABUHANBATU - Mandor kontraktor Kebun Aek Nabara Utara (Kanau) berinisial EJ (51) tertangkap tangan oleh petugas keamanan perkebunan usai melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kebun Aek Nabara Selatan (Kanas) pada Kamis (7/2/2019) kemarin.

Perwira Pengawas Perkebunan (Papam) Kebun Aek Nabara Selatan PTPN III, Rasiono menyampaikan, pihaknya sudah lama mengincar pelaku, akan tetapi pada saat mereka bergerak ke lokasi kebun, pelaku selalu berhasil lolos.

"Seakan–akan pelaku sudah tahu gerak-gerik kami,” kata Rusiono, Sabtu (9/2/2019).

Agar buruan mereka tertangkap, tim pengamanan kebun membuat strategi baru dengan memasang informan di lapangan. Benar saja, begitu ada informasi sekira pukul 12.00 siang, mereka pun langsung menuju ke TKP.

Ads
"Kami menemukan EJ yang memakai seragam karyawan PTPN III berwarna biru tua, sehingga kami hampir terkecoh. Tetapi melihat gelagatnya yang sangat mencurigakan, kami pun langsung menangkap pelaku dan menanyakan dari mana dia dapat baju karyawan tersebut," bebernya.

Saat itu pula baru mereka ketahui kalau pelaku mendapakan baju tersebut dari karyawan yang telah pensiun dari PTPN III.

"Kami menemukan tumpukan TBS kelapa sawit yang telah diturunkan oleh pelaku, sehingga pelaku kami bawa ke kantor Kanas beserta barang bukti TBS kelapa sawit sebanyak 10 tandan, satu unit sepeda motor jenis Honda Supra tanpa nomor polisi, satu unit parang dan satu unit tangga," jelasnya.

Kepada wartawan, pelaku mengakui perbuatannya dan telah empat kali mencuri sawit di areal kebun Aek Nabara Selatan dan menjual hasil curiannya ke Sutik di Dusun Bulu Cina, Desa Sidorejo, Kecamatan Rantau Selatan dan pelaku mengaku bekerja sebagai mandor pemborong di afdeling 3 anggota Ponirin Kebun Aek Nabara Utara PTPN III.

Mendengar ungkapan pelaku, salah seorang anggota RSPO Kandir, Hermanto sempat terbawa emosi akibat kejadian tersebut.

"Blacklist saja itu CV atau PT pemborongnya," tegas Hermanto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku beserta barang bukti diserahkan ke Mapolsek Bilah Hulu untuk proses hukum selanjutnya.

Kapolsek Bilah Hulu, AKP Buntu Sihombing membenarkan adanya penyerahan pelaku pencurian sawit di areal kebun PTPN3 Aek Nabara Selatan ke Polsek Bilah Hulu beserta alat bukti.

“Ya benar, keamanan kebun PTPN 3 Selatan melalui Danton Satpam Kanas ada menyerahkan pelaku pencurian sawit ke Polsek Bilah Hulu dan telah kami terima dan sedang kami proses hukum," jelas Kapolsek Bilah Hulu.

Sementara itu, Ketua LSM Penjara Bilah Hulu (Pemantau Kinerja Aparatur Negara) VanHoten Sitorus menyampikan, seharusnya para pekerja, baik karyawan Kebun PTPN 3 ataupun karyawan pemborong / kontraktor di PTPN 3 ini dapat menjadi contoh untuk menjaga aset perusahaan, dan bukannya malah melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan, apalagi melakukan pencurian TBS Kelapa Sawit di kebun PTPN3 itu sendiri.

"Itu sama saja merusak dirinya sendiri, tempat dia mencari nafkah buat keluarga, apalagi pelaku tersebut tinggal di perumahan PTPN3 Aek Nabara Utara. Saya berharap agar pihak PTPN 3 dapat memberikan sanksi tegas kepada pemborong / kontraktor yang mempekerjakan orang yang tidak jelas," tegas VanHoten Sitorus.

wwwwww