Bangkitkan Era Keemasan, FK UISU Hadirkan Laboratorium Biomolekuler

Bangkitkan Era Keemasan, FK UISU Hadirkan Laboratorium Biomolekuler
Kamis, 10 Januari 2019 12:14 WIB
Penulis: Fatih

MEDAN - Fakultas Kedokteran UISU sedang fokus mengembangkan dan membenahi laboratorium biomolekuler. Pemeriksaan biomolekuler dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) ini memungkinkan pemantauan untuk menganalisis seberapa banyak bakteri, virus (muatan virus) yang ada dalam tubuh pasien.

Dengan berbekal analisis berbasis DNA/RNA ini, seorang dokter pun dapat menentukan saat yang tepat untuk memulai pengobatan dan mengetahui respon seseorang terhadap pengobatan secara lebih spesifik, sehingga memudahkan dokter dalam menentukan metode pengobatan yang lebih personal untuk setiap pasien yang mengidap penyakit yang sama.

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UISU, dr Indra Janis, MKT menerangkan, ketersediaan alat ini sudah ada sejak Kemenkes RI memberikan bantuan peralatan kepada FK UISU berupa peralatan untuk pemeriksaan flu burung. Setelah diperbaiki, akhirnya alat ini bisa digunakan kembali.

"Artinya kita sudah bisa melakukan pemeriksaan biomolekular hingga tingkat DNA, jadi penelitian dosen, mahasiswa sudah dapat menggunakannya. Kalau selama ini, penelitiannya masih konvensional, misalnya pemeriksaan Mikrobiologi seperti kultur, Parasitologi, Patologi Anatomi dan Patologi Klinik sekarang kita sudah dapat melakukan pemeriksaan hingga tingkat DNA," ujar Indra saat meninjau laboratorium FK UISU didampingi Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UISU dr. Alamsyah Lukito, M.Kes, Kamis (10/1/2019).

Ads
Menurut Indra, laboratorium biomolekuler ini menjadi salah satu kebanggaan FK UISU, dengan harapan laboratorium ini bisa digunakan oleh Faklutas Kedokteran atau yang lainnya bisa menggunakan laboratorium ini.

"Dan kita juga ada laboratorium terpadu yang menyediakan pemeriksaan mikrobiologi, parasitologi, patologi klinik, patologi anatomi, dan ini akan sinergis. Jadi penelitian kita lebih maju dan Fakultas Kedokteran UISU tidak ketinggalan lagi untuk penelitian biomolekuler," harapnya.

Dengan adanya laboratorium ini, dr Indra berharap penelitian kita dapat dipublikasi tingkat nasional atau internasional.

"Tentunya penelitian molekular ini, UISU tentunya lebih dikenal lagi," harapnya.
Dirinya juga mendorong para staf pengajar dan mahasiswa untuk lebih giat lagi melakukan penelitian molekular.

Sementara itu, salah seorang dosen FK UISU, DR.dr. Umar Zein, SpPD, DTM&H, KPTI menimpali, Fakultas Kedokteran UISU pernah menduduki masa kejayaan pada 2006 silam. Di mana, FK UISU menjadi satu-satunya Universitas di Sumatera Utara yang mendapatkan alat pemeriksaan flu burung yang diberikan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari.

"Dulu di sini ada namanya Laboratorium Klinik Yarisu bekerjasama dengan laboratorium Mikrobiologi FK.UISU untuk kultur BTA penyebab tuberkulosis, seluruh rumah sakit di Sumut mengirimkannya ke UISU. Artinya, laboratorium FK.UISU pernah jaya. Makanya diberikan peralatan laboratorium molekuler flu burung ke UISU oleh Menkes RI, Siti Fadilah pada 2006 yang diterima oleh dr Rosihan Anwar selaku Dekan FK UISU," jelas Umar.

Seiring sejalan hingga berhentinya Rosihan Anwar menjadi dekan pada 2007 lalu, kejayaan yang pernah diraih ini terbengkalai dan hingga pada 2017 barulah ini dijajaki kembali.

wwwwww