Home >  Berita >  Sibolga

DPD RI Prihatin Melihat Kondisi Kota Sibolga

DPD RI Prihatin Melihat Kondisi Kota Sibolga
Minggu, 25 Februari 2018 12:35 WIB

SIBOLGA - Anggota DPD RI Parlindungan Purba mengaku prihatin melihat kondisi Kota Sibolga yang hampir kehilangan julukannya sebagai kota ikan. Sementara perekonomian di Kota Sibolga ini sepenuhnya ditopang dari sektor perikanan.

Keprihatinan Parlindungan Purba ini terungkap dalam pertemuan bersama Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga, Suti Masniari Nasution, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, pimpinan perbankan Sibolga-Tapteng, BBPJN Wilayah Sumut dan lainnya, di rumah dinas Kepala KPw BI Sibolga.

Parlindungan berjanji akan menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mencari jalan keluar yang terbaik mengatasi persoalan ini.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Dirjen Perikanan Tangkap KKP, segera kita gelar rapat koordinasi dan sosialisasi sekaligus mencari solusi terbaik,” ujar Parlindungan dalam pertemuan tersebut.

Ads
Walikota Syarfi Hutauruk mengemukakan bahwa Sibolga tak lagi menjadi kota penghasil ikan. Bahkan ikan yang beredar di Sibolga malah didatangkan dari luar daerah semisal, Aceh, Medan, Tanjungbalai dan lainnya.

Menurut Syarfi, kondisi Sibolga sekarang hampir menjadi kota mati. Hal ini pasca pemberlakuan Permen KP Nomor 02/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

Menurut Syarfi, sejak larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) ini, banyak kapal nelayan yang ditangkap.

Sayangnya, pihak Kementerian Kelauatan dan Perikanan belum memberikan solusi mengatasi persoalan ini. Kota Sibolga hanya mendapatkan janji manis dari KKP, bahwa nelayan Sibolga akan dibantu diberi kapal yang sesuai dengan peraturan, tetapi sampai sekarang bantuan kapal belum terealisasi.

“Tetapi, beberapa daerah di Pulau Jawa malah mendapatkan keistimewaan dari pemberlakuan Permen KP nomor 02/2015 ini,” ujar Syarfi Hutauruk seraya menambahkan jangan biarkan Sibolga menjadi kota mati.

Sejumlah pimpinan perbankan yang hadir juga menyampaikan aspirasi yang sama kepada Parlindungan Purba. Secara umum nasabah perbankan di Sibolga dan Tapteng sejak dulu adalah pelaku usaha perikanan dan nelayan.

Editor : wen
Sumber : medanbisnis
Kategori : Sibolga, Sumatera Utara, Ekonomi
www www