Perusahaan di Labuhanbatu Ramai-ramai Tantang Pemkab. Ada apa ya?

Perusahaan di Labuhanbatu Ramai-ramai Tantang Pemkab. Ada apa ya?
Selasa, 13 Februari 2018 21:26 WIB
Penulis: Fendry Nababan
LABUHANBATU - Sejak adanya rencana Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap untuk membangun eks Pasar Baru yang berlokasi di Jalan Diponegoro Rantauprapat menjadi Taman Budaya Ikabina En Pabolo Labuhanbatu, kini perusahaan di daerah tersebut menantang Pangonal Harahap.Bentuk tantangan kepada Bupati Labuhanbatu ini yakni membuat rencana pembangunan wilayah Labuhanbatu dengan menggunakan dana yang dibangun dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan seperti pembangunan Taman Budaya Ika Bina En Pabolo itu.

Demikian dikatakan Dapot Haloho Askep Kanal PTPN3 Aek Nabara Utara, Selasa (13/2/2018) disela-sela peninjauan pematangan lahan eks Pasar Baru Rantauprapat bersama Asisten Adm Ekbang dan Kesra Ir. Hasan Heri Rambe, Asisten Adm Pemerintahan H. Nasrullah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. Kamal Ilham dan sejumlah Kepala OPD serta pihak perusahaan usai rapat pematangan pembangunan Taman Budaya Ikabina En Pabolo Labuhanbatu dan Ruang Terbuka Hijau di Ruang Data Kantor Bupati yang dipimpin Plt. Sekdakab Ahmad Muflih.

Menurut Dapot Haloho, kedatangan mereka ke lokasi itu adalah atas undangan dari Pemkab Labuhanbatu untuk memberikan masukan-masukan tentang rencana pembangunan Taman Budaya Ikabina En Pabolo Labuhanbatu dan Ruang Terbuka Hijau, dengan rencana dari Pemkab ini tentu pihak perusahaan sangat bangga dengan ide ini.

Ads
“Kalau saya lihat mengenai rencana sudah sangat bagus dan saya tidak melihat gagalnya pembangunan ini. Hanya saja saya khawatir pembangunannya supaya dipersiapkan dengan matang aja, jangan asal-asalan, tapi dibangunlah dengan mewah, karena sudah sepantasnya masyarakat ikut menikmati dan memanjakan diri dengan fasilitas-fasilitas umum yang lebih mewah dan asri,” ungkapnya.

Mengenai pembangunan Taman Budaya Ikabina En Pabolo Labuhanbatu ini, dirinya berpikir tidak ada alasan untuk tidak setuju karena dana untuk itu melalui CSR sudah ada dan sudah diatur oleh undang-undang, kenapa dialihkan ke mari, itu karena permintaan Pemkab dan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Dapot Haloho juga menantang dan menyarankan agar Pemkab Labuhanbatu dapat merencanakan pembangunan lain bekerjasama dengan Perusahaan dari dana CSR, misalnya seperti bundaran Simpang Enam Kota Rantauprapat.

“Jarang ada di daerah atau di tengah kota simpang enam seperti di Rantauprapat itu, jadi bisa kita bersama-sama merencanakan dan membangunnya kembali dengan yang lebih bagus dan lebih mewah serta berkesan dan enak dipandang oleh para pengguna jalan dan orang yang melintasi kota ini," jelasnya.

Sementara, Asisten Adm Ekbang dan Kesra, Hasan Heri Rambe, Asisten Adm Pemerintahan H. Nasrullah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. Kamal Ilham dalam kesempatan itu menyambut baik saran dan masukan dari Askep Kanal PTPN3 Aek Nabara Utara dan pihak perusahaan lainnya, namun demikian saat ini Pemkab Labuhanbatu masih fokus dengan Taman Budaya dan Ruang Terbuka Hijau ini yang direncanakan akan selesai dibangun pada Tahun 2018 ini.

“Saran yang diberikan pihak perusahaan untuk membangun yang lainya dari dana CSR nanti akan kita sampaikan kepada bapak Bupati Labuhanbatu dan kami dari Pemkab Labuhanbatu sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh perusahaan yang ada didaerah ini yang telah membantu dan mendukung sepenuhnya program Pemkab Labuhanbatu terutrama untuk kepentingan masyarakat,” kata para pejabat pemerintah itu.

wwwwww