Marak Penipuan pada Jamaah, Ketua DPR Desak Pemerintah Tertibkan Agen/Travel Nakal

Marak Penipuan pada Jamaah, Ketua DPR Desak Pemerintah Tertibkan Agen/Travel Nakal
Ketua DPR RI, saat menerima kunjungan Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji. (Muslikhin/GoNews.co)
Kamis, 01 Februari 2018 18:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Aksi tipu-tipu oleh sejumlah biro perjalanan atau agen travel kepada calon jamaah haji maupun umrah terus berlanjut hingga saat ini.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Riau, Sulawesi dan lainnya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo kepada wartawan parlemen mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dan kementerian terkait, untuk segera melakukan penertiban terhadap para perusahan, agen ataupun penyelenggara umrah dan haji.

"Harus tegas. Dan jika memang sudah ketahuan melanggar aturan ya harus di sanksi," ujar Bamsoet, usai menerima rombongan Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji, Kamis (1/2/2018) di ruang kerjanya.

Ads
Bahkan Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo menyesalkan masih adanya kasus penipuan berkedok biro perjalanan umroh. Sebelumnya kasus penipuan terbongkar seperti yang dilakukan First Travel, kini kasus serupa masih terulang. "Ujungnya kan ada Ribuan orang menjadi korban dan kerugian itu mencapai miliaran rupiah," tukasnya.

Dengan masih banyaknya agen perjalanan ibadah umroh yang menipu calon jamaahnya dengan tegas ia mengatakan, agar para penyelenggara perjalanan harus patuh terhadap aturan dan seharusnya terus meningkatkan kualitas pelayanannya, bukan justru malah menipu.

"Saya berharap, supaya agen perjalanan atau travel ini patuh, membuat standar minimum pelayanannya. Janganlah menjadikan kedok ibadah untuk menipu masyarakat," tegasnya.

Lanjutnya, perkembangan pelaksanaan ibadah haji dan umroh sangatlah dinamis, serta terus bertambah tiap tahunnya. Hal seperti inilah kata dia, yang ternyata dimanfaatkan oknum untuk menipu calon jamaah.

"Bayangkan, masih terdapat sekitar 3,5 juta calon jamaah yang masih menunggu untuk berangkat ke Tanah Suci. Sedangkan kuota jamaah haji yang berangkat tahun ini hanya 211.000 jamaah. Sementara itu untuk ibadah umroh terdapat 900.000 jamaah per tahunnya, yang dilakukan dalam 10 bulan di luar musim haji," paparnya.

Tentunya kata dia, bisa dibayangkan berapa perkiraan nilai kerugian ribuan jamaah oleh agen perjalanan nakal tersebut.

"Tentu bisa dibayangkan pula berapa rupiah jumlah total biaya hasil menipu yang dinikmati oknum agen perjalanan, nah inilah yang harus diperhatikan serius oleh pemerintah," pungkasnya. ***
www www