Dampak Cuaca Ekstrem Siklon Cempaka

19 Warga Tewas, Ribuan Rumah Terendam Banjir

19 Warga Tewas, Ribuan Rumah Terendam Banjir
Kamis, 30 November 2017 11:21 WIB

JAKARTA|Dampak siklon tropis cempaka meluas di sejumlah wilayah di Jawa. Tercatat 19 orang tewas akibat banjir dan longsor karena cuaca ekstrem itu.


"Dampak bencana banjir dan longsor menyebabkan 19 orang meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya.

Sutopo merinci 19 orang yang tewas yaitu 11 orang di Pacitan, 3 di Kota Yogyakarta, 1 di Bantul, 1 di Gunung Kidul, 2 di Wonogiri dan 1 di Wonosobo. Dari 19 orang itu, 4 orang adalah korban banjir dan 15 korban longsor.

Selain itu, ribuan rumah, ribuan hektare lahan pertanian dan fasilitas publik juga terendam banjir. Aktivitas masyarakat lumpuh total di Wonogiri, sebagian daerah di Yogyakarta dan Pacitan.

"Jalan lintas selatan yang menghubungkan Wonogiri hingga Ponorogo juga lumpuh karena tertutup longsor. Kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan triliunan rupiah. Pendataan dampak bencana masih dilakukan BPBD," ujarnya.

Sutopo menambahkan, pencarian dan penyelamatan korban longsor di Pacitan masih dilakukan. Beberapa daerah di Pacitan masih terendam banjir dan terisolir karena jalan tertutup longsor.

Daerah yang terendam banjir meliputi 13 desa di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Pacitan, Kecamatan Kebon Agung, dan Kecamatan Arjosari. "Jalan lintas selatan lumpuh total," tuturnya.

Sementara itu, banjir meluas di 18 kecamatan di Wonogiri. Terdapat 68 lokasi bencana banjir dan longsor. 2 korban longsor telah ditemukan dalam meninggal yaiti Sri Wati (40) dan Suyati (60) warga Bengle RT 2 RW 5 Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri.

"Banjir masih menggenangi beberapa wilayah (Wonogiri)," ujarnya.

Sementara itu, 84 titik banjir terdapat di Yogyakarta. Sedangkan longsor di 93 titik dan puting beliung di 116 titik.

"Longsor menimbun rumah di Jalan Jlagran RT 01 RW 01 Pringgokusuman, Gedongtengen Kota Yogyakarta menyebabkan 3 orang meninggal yaitu Barjono, Dani (4) dan Aurora Tanti (3 bulan). Begitu juga korban longsor di Bantul dan banjir di Gunung Kidul," ucapnya.

Sutopo menjelaskan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan dan Ponorogo merupakan daerah yang paling terdampak karena berjarak paling dekat dengan siklon tropis Cempaka. Pada Selasa (28/11), siklon tropis Cempaka hanya berjarak 32 Km sebelah selatan-tenggara Pacitan.

Sementara itu, ada 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali yang terdampak banjir, longsor, dan puting beliung akibat cuaca ekstrem ini. Bencana tersebut terjadi Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Magetan, Serang, Cilacap, Sragen, Boyolali, Trenggalek, Sukabumi, Purworejo, Magelang, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus dan Sukoharjo.

Siklon tropis Cempaka ini diperkirakan akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia pada Kamis (30/11). Namun, masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali.

"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung," ujarnya.

Mulai Mengecil Kekuatannya
Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangile menyampaikan siklon tropis cempaka sudah mulai mengecil. Meski begitu BNPB memastikan siap dalam menghadapi segala kemungkinan bencana lainnya.

"Tadi di rapat BMKG sudah menjelaskan bahwa untuk siklon cempaka ini kan sudah mulai mengecil kekuatannya dan sudah mulai menjauh, jadi sudah mulai tidak apa-apa. Dibicarakan juga kemungkinan lahir satu siklon baru lagi yang harus diantisipasi yang mulai dari lautan hindia," kata Willem usai menghadiri rapat darurat bencana di Kementerian PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Willem mengatakan, prediksi baru tersebut akan menjadi peringatan dini bagi BNPB untuk segera mempersiapkan langkah antisipasi. Ditambahkannya banyak wilayah di Indonesia yang rawan akan bencana banjir dan longsor untuk tahun ini.

Kalau kita menghadapi bencana, itu info pendahuluan atau early warning. Setelah itu dianalisa dan bagaimana kita menyiapkan masyarakat, Pemda, peralatan logistik, konsep operasi, evakuasi ke mana jalannya dan komunikasi seperti itu.

Siklon tropis Cempaka ini diperkirakan akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia pada Kamis (30/11). Namun, masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali.
Ads
Editor:Wen
Sumber:detik
Kategori:Peristiwa, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww