The Dream Team II Harus Akui Filipina

The Dream Team II Harus Akui Filipina
Dok. GoNews.co
Selasa, 12 September 2017 21:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tim catur The Dream Team II Indonesia harus mengakui ketangguhan Filipina pada duel bertajuk The Future Champions Chess Match 2017. Master Internasional (IM) Novendra Priasmoro dan kawan-kawan kalah dengan total poin, 22-26.

Pada ajang ini, kedua tim diperkuat masing-masing delapan pecatur. Mereka menjalani laga selama enam babak, untuk kategori catur standar dan cepat, sejak 9 September 2017 di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA), Bekasi.

Pada pertandingan terakhir babak keenam yang memakai catur cepat, Selasa (12/9/2017), Indonesia memiliki peluang untuk menjuarai turnamen. Poin saat itu masih berimbang, 20-20.

Namun beberapa pecatur Indonesia terlihat terburu-buru untuk segera menyudahi permainan. Imbasnya, empat pecatur kalah, sedangkan empat lainnya bermain remis. Sehingga, Indonesia hanya mengumpulkan dua poin, sementara Filipina enam poin. Dengan hasil ini, Novendra Priasmoro Cs hanya memperoleh poin akhir 22, sedangkan Filipina 26.

Ads
Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya yang ikut memantau permainan, mengakui para pecatur Indonesia tampil kurang tenang. Mereka terlihat terburu-buru di babak terakhir. Padahal jika bisa fokus, mereka diyakini bisa mengimbangi, bahkan mengalahkan Filipina.

"Para pemain masih terbawa euforia karena menang di babak kelima. Harusnya mereka di atas angin, lawan jadi tertekan. Tapi karena euforia ini, pemain jadi tidak fokus dan buru-buru ingin menang. Hasilnya, mereka malah kalah," ujar Eka Putra.

Namun Eka mengaku, kedepan pihaknya tetap akan mencari lawan yang lebih berat untuk para pemain ini, karena tujuan utama dari laga ini adalah untuk mencari pengalaman bertanding dan bukan kemenangan semata.

"Perjalanan panjang sekali, siklus tetap sama setelah ini akan ada evaluaasi latihan dan ini tidak terputus, karena Indonesia punya bakat yang besar. Dan strategi kita terdekat adalah mengundang tim lain untuk laga bertanding berikutnya yang lebih berat, karena kita bertujuan bukan untuk mencari kemenangan tapi untuk pelajaran," tambah Eka.

Sementara itu, GM Eugene Torre sekali pimpinan rombongan tim Filipina mengaku senang dengan event pertandingaan Future Champions Chess Match ini karena mampu memberikan pengalaman bertanding dan mempererat hubungan para pecatur kedua negara.

"Sangat senang untuk bertanding di Indonesia, dan pertandingan ini sangat menarik untuk kedepan memberikan dampak positif kedua negara," tandasnya.***
www www