Lantamal I Amankan Kapal Ikan Bawa Pakaian Bekas di Perairan Sungai Asahan

Lantamal I Amankan Kapal Ikan Bawa Pakaian Bekas di Perairan Sungai Asahan
Sabtu, 01 April 2017 10:10 WIB
Penulis: Hariyanto

MEDAN-Tim WFQR (Western Fleet Quick Response) Koarmabar Lantamal I kembali mengamankan Kapal tanpa nama yang bermuatan Balpress (pakaian bekas) di perairan sungai Asahan tepatnya di posisi 3° 5' 00,505" N - 99° 51' 5,397" E Perairan Sungai Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Keterangan pers yang diterima wartawan dari Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan SH melalui Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga, berawal dari Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarullah, SE yang mendapatkan info dari Pabanops Lantamal I bahwa terdapat Kapal bermuatan Balpress yang kandas melewati perairan Sungai Asahan. Selanjutnya memerintahkan Tim WFQR untuk melakukan penangkapan. Namun pengamanan kapal ini terkendala karena surutnya air pada saat itu. Tim baru berhasil mengamakan setelah melakukan pengejaran menggunakan speed Patkamla Tanjung Balai II-1-61.

"Saat diamankan kapal yang bermuatan balpress tersebut sudah banyak massa yang berkumpul diatas kapal, setelah mendapat pengawalan dari unsur - unsur patroli Lanal TBA, massa yang berkumpul di atas kapal yang bermuatan balress berhasil dihalau dan banyak yang berupaya menceburkan diri ke laut," katanya.

Dia menjelaskan berdasarkan info dari massa yang sebelumnya menguasai kapal bahwa tekong/nahkoda sudah melarikan diri begitu tahu kapal patroli AL mendekat. Kapal bermuatan balpress tanpa Tekong dan ABK ini dapat diamankan oleh Patroli Lanal TBA yang turut dibantu oleh kapal ikan jaring nelayan setempat, dan berhasil digandeng menuju tangkahan Poskamla Bagan.

Ads
"Saat ini kapal beserta muatan sedang dilaksanakan pengecekan dan pemeriksaan di Pos Kamla Bagan Asahan dan dilaksanakannya pengamanan mengantisipasi adanya pengerahan massa terhadap kapal dan muatan tersebut. Selanjutnya akan dilaksanakan proses hukum lebih lanjut," tambahnya.

wwwwww